PEMERINTAH Kota Samarinda mendesak para pedagang untuk segera menempati bangunan baru Pasar Pagi Samarinda yang telah selesai direvitalisasi. Proyek megah senilai Rp468,5 miliar ini diharapkan dapat segera beroperasi penuh demi memutar kembali roda perekonomian daerah.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani, menegaskan pentingnya komitmen pedagang untuk menghidupkan kembali pusat perdagangan bersejarah tersebut.
"Kami ingin proses revitalisasi Pasar Pagi ini benar-benar memberikan manfaat nyata dan membuat aktivitas perdagangan daerah segera kembali normal," kata pejabat yang akrab disapa Yama tersebut.
Dari total sekira 2.500 tempat berjualan yang disiapkan, mayoritas lapak sebenarnya telah mengantongi pemilik resmi. Pemerintah mencatat hanya tersisa sekitar 10 unit yang belum terbagi.
Tantangan utama pemkot saat ini adalah keengganan sebagian pedagang untuk mulai berjualan. Terdata masih ada sekitar 1.000 lapak yang hingga kini belum diisi oleh pemiliknya.
Kondisi tersebut mendorong Disdag Kota Samarinda mengambil tindakan tegas. Pemerintah memberikan batas waktu hingga akhir Agustus 2026 bagi para pemilik untuk segera mengaktifkan kios mereka.
"Kami sudah memberi batas waktu hingga akhir Agustus. Jika tidak ditempati, lapak akan dikembalikan ke pemerintah untuk diberikan kepada pedagang lain yang benar-benar siap," ujar Yama.
Menjawab kekhawatiran para pedagang terkait kenyamanan tempat berjualan, Disdag Samarinda berkomitmen menyelesaikan berbagai kendala teknis di lapangan. Pembenahan infrastruktur dasar terus digenjot agar operasional pasar berjalan optimal.
Pemerintah tengah menyempurnakan jaringan listrik dan fasilitas operasional pendukung lainnya. Langkah ini diambil guna menjamin para pedagang dapat beraktivitas secara aman dan nyaman.
"Kami mengambil langkah-langkah pembenahan fasilitas, termasuk perbaikan jaringan listrik dan kebutuhan lainnya, agar aktivitas perdagangan dapat berjalan dengan baik," tutur Yama.
Investasi daerah sebesar Rp468,5 miliar yang digelontorkan untuk revitalisasi ini menuntut tata kelola yang efektif. Pemkot Samarinda optimistis pembenahan fasilitas dan penegasan aturan akan mengembalikan kejayaan Pasar Pagi sebagai pusat perbelanjaan utama warga.
Pengelolaan aset yang tegas menjadi kunci utama agar anggaran jumbo yang dialokasikan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat luas.
"Persoalan utama kita saat ini bukan kekurangan penerima tempat, melainkan mendorong para pedagang untuk segera memulai aktivitas jual belinya," tegas Yama. (*)















