Pranala.co, SAMARINDA — Nasib Mal Lembuswana belum pasti. Tapi waktunya sudah sangat dekat. Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Sabaruddin Panrecalle, angkat suara.
Ia menyebut, waktu dua tahun sebelum masa sewa berakhir adalah momen penting untuk mengevaluasi ulang aset daerah yang berdiri megah di pusat kota Samarinda itu.
“Ini bukan soal perpanjang atau tidak. Tapi soal manfaat,” ujarnya, tegas.
Sesuai perjanjian, Pemprov Kaltim memang wajib melakukan evaluasi dua tahun sebelum kontrak berakhir. Dan saat ini, waktu itu sudah datang.
Sabaruddin tidak ingin gegabah. Tapi ia juga tidak ingin daerah dirugikan.
“Selama ini kontribusinya ke daerah belum jelas. Mal sebesar itu, harusnya bisa menghasilkan lebih,” katanya.
Komisi II, kata dia, belum menerima data rinci dari pengelola. Laporan keuangan. Jumlah setoran ke kas daerah. Semuanya masih abu-abu.
Dan itu membuat DPRD Kaltim bertanya-tanya: apakah aset sebesar ini masih layak diperpanjang sewanya? Evaluasi ini bukan rutinitas tahunan. Ini penentu masa depan.
“Kalau hasil kajian menunjukkan pengelolaan tidak optimal, ya tidak ada alasan untuk diperpanjang,” tegas Sabaruddin.
Ia tak ingin aset strategis seperti Mal Lembuswana hanya jadi simbol. Harus produktif. Harus menguntungkan.
Yang menjadi perhatian serius DPRD adalah soal transparansi. Hingga kini, belum ada data resmi soal pendapatan daerah dari Lembuswana.
“Kita sudah minta laporan resmi dari pengelola. Tapi belum diberikan. Ini tidak bisa dibiarkan,” ucapnya.
Komisi II menegaskan bahwa evaluasi bukan hanya soal angka. Tapi juga soal akuntabilitas. Dan keterbukaan.
Sabaruddin ingin aset-aset milik Pemprov ke depan tidak dikelola asal-asalan. Harus efisien. Harus jelas manfaatnya bagi masyarakat.
“Aset strategis harus dikelola dengan strategi. Bukan hanya dibiarkan begitu saja,” katanya.
Karena itu, evaluasi Lembuswana jadi bagian penting dari agenda besar Komisi II: memperkuat tata kelola aset daerah. Termasuk menertibkan yang selama ini dianggap tidak transparan.
[DIAS/ADS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami













