Pranala.co, SAMARINDA – Jalan Angklung, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Panjangnya tidak seberapa. Tapi persoalannya bisa kemana-mana.
Jahidin, anggota Komisi III DPRD Kaltim, tidak bisa lagi diam. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyoroti nasib aset Pemprov yang dianggap disalahgunakan. Yang bikin gemas: sudah berlangsung dua dekade.
“Coba lihat sendiri. Dari simpang Masjid Al-Kausar sampai Sekretariat HMI. Hampir semua sisi jalan itu jadi kafe,” kata Jahidin.
Yang lebih mengejutkan, kata dia, tanah tempat berdirinya bangunan-bangunan itu milik pemerintah provinsi. Aset negara. Tapi diduga dikelola secara gelap oleh oknum.
“Kalau itu disewakan resmi, uangnya masuk ke kas daerah. Tapi kalau tidak? Itu bisa jadi ranah pidana,” tegasnya.
Jahidin mencium adanya praktik turun-temurun. Bangunan diwariskan. Bahkan lahan dianggap milik pribadi. “Saya curiga ada yang menyewakan, bahkan menjual secara diam-diam,” ujarnya.
Karena itu, dia ingin persoalan ini dibongkar. Terang-benderang. Lewat rapat lintas komisi. Melibatkan Komisi I (hukum), Komisi II (aset dan keuangan), dan Komisi III (infrastruktur).
Jahidin menyebut, masih banyak OPD Pemprov Kaltim yang tidak punya kantor sendiri. Sekretariatnya sewa. Bahkan ada yang tidak layak.
“Kenapa aset yang ada tidak dimanfaatkan? Padahal kita butuh ruang. Untuk pelayanan publik,” tegasnya.
Solusinya? Dibentuk Pansus atau rapat gabungan. Sekaligus menginventarisasi semua bangunan di sepanjang Jalan Angklung. Termasuk memanggil para pemilik kafe.
Bila ditemukan pelanggaran hukum, bukan tidak mungkin bangunan-bangunan itu dibongkar. “Kalau tidak ada dasar hukum, harus dibersihkan,” ujar Jahidin.
Ia juga mendorong agar Satpol PP Provinsi dilibatkan. Agar langkahnya tegas dan tidak setengah hati.
“Ini menyangkut aset daerah. Kalau dibiarkan, nanti generasi kita menganggap itu milik pribadi. Padahal itu milik negara,” ujarnya.
Ia khawatir, bila dibiarkan, lahan-lahan itu akan diwariskan seperti harta keluarga. “Kalau kita diam, nanti ahli warisnya merasa tanah itu memang punya mereka,” pungkasnya.
[ADS/DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami













