Pranala.co, BONTANG – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digulirkan pemerintah pusat kini jadi sorotan di berbagai daerah. Di Bontang, isu seputar sertifikat halal dan higienitas dapur penyedia sempat mencuat. Namun, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, memilih untuk menyoroti sisi positifnya.
Menurut Agus, MBG adalah program dengan niat mulia: memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup. Lebih dari itu, program ini juga meringankan beban orang tua.
“Anak-anak jadi lebih rajin ke sekolah, orang tua merasa terbantu. Jadi menurut saya, program ini sangat bagus untuk masa depan anak-anak kita,” ujar Agus Haris kepada Pranal.co, Jumat (10/10).
Agus menyebut antusiasme warga terhadap MBG begitu tinggi. Banyak orang tua, katanya, bahkan langsung menghubunginya menanyakan kapan bisa ikut menikmati program tersebut.
“Itu tandanya program ini benar-benar dibutuhkan warga,” ujarnya.
Meski begitu, ia tak menutup mata bahwa ada dapur penyedia yang belum memiliki sertifikat halal dan sertifikat laik higienis. Namun, Agus menilai hal itu tak seharusnya dijadikan alasan untuk menilai negatif program MBG.
“Kalaupun belum keluar sertifikat halalnya, kita semua tahu makanan yang dimasak itu baik dan halal. Tidak pernah pengelola dapur memasukkan bahan yang tidak halal. Kalau mau dipersulit, sama saja seperti masakan di rumah, kan tidak semua punya sertifikat halal juga,” tegasnya.
Agus tetap meminta penyedia makanan segera mengurus sertifikasi agar ke depan tak menimbulkan masalah baru. Ia memahami, proses tersebut memerlukan biaya, sementara keuntungan penyedia tergolong kecil.
“Dengan keuntungan hanya sekira seribu rupiah per porsi, tentu berat bagi mereka. Karena itu, saya minta agar persoalan biaya ini bisa dikomunikasikan. Saya apresiasi penyedia yang mau keluar uang sendiri membangun dapur dan menjalankan program ini. Mereka bukan sekadar cari untung, tapi juga beramal,” beber Wawali Agus.
Agus juga memastikan dapur penyedia MBG tetap menjaga standar kebersihan dan higienitas. Ia sendiri turun langsung ke beberapa dapur untuk melihat prosesnya.
“Mulai dari pengolahan sampai pengemasan, semuanya dilakukan dengan hati-hati dan bersih. Saya menyaksikan sendiri di lapangan,” ungkapnya.
Menutup pembicaraan, Wawali Bontang itu mengimbau masyarakat agar tidak khawatir berlebihan dan terus mendukung pelaksanaan program MBG.
“Kalau sampai program ini berhenti hanya karena persoalan administratif, yang rugi kita semua. Program ini sudah diterima dengan baik dan memberi manfaat besar bagi warga. Jadi mari kita dukung bersama,” ujar Agus Haris. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















