MENJELANG Iduladha 1447 Hijriah, lalu lintas ternak di Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim) mulai meningkat. Pemerintah daerah memperkirakan sekira 1.700 ekor sapi kurban akan masuk dan tersebar di sejumlah kecamatan. Di tengah tingginya permintaan hewan kurban itu, ancaman penyakit ternak seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hingga cacingan menjadi perhatian serius.
Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim mulai memperketat pengawasan sejak hewan tiba di penampungan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan ternak yang dijual ke masyarakat dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
Plt Kepala Bidang Peternakan DTPHP Kutim, drh Cut Meutia, mengatakan petugas melakukan pemeriksaan fisik secara langsung terhadap sapi yang masuk dari luar daerah. Pemeriksaan meliputi kondisi tubuh, gejala penyakit menular, hingga riwayat vaksinasi.
“Pemeriksaan dilakukan sejak hewan berada di penampungan. Kami ingin memastikan hewan yang beredar bebas dari penyakit menular dan aman untuk kurban,” kata Cut Meutia, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, pengawasan tahun ini dilakukan lebih intensif karena mobilitas ternak menjelang Iduladha selalu meningkat dibanding hari biasa. Petugas UPT diterjunkan ke sejumlah wilayah seperti Teluk Pandan, Kaubun, Kongbeng, Long Mesangat, hingga Sangkulirang untuk memantau penjualan hewan kurban.
Selain pemeriksaan fisik, setiap ternak wajib dilengkapi surat kesehatan hewan dari daerah asal. Hewan yang telah lolos pemeriksaan kemudian diberi stiker sehat agar mudah dikenali calon pembeli.
“Kalau ditemukan kondisi tertentu seperti cacingan berat atau penyakit lain yang membahayakan, maka hewan tidak boleh dipotong untuk konsumsi,” ujarnya.
Pengawasan juga dilakukan saat proses penyembelihan. Petugas memeriksa kondisi hewan sebelum dipotong melalui pemeriksaan ante mortem dan mengecek kualitas daging setelah penyembelihan melalui pemeriksaan post mortem.
Dia berharap pengawasan tersebut dapat mencegah penyebaran penyakit ternak sekaligus memberi rasa aman bagi masyarakat yang membeli hewan kurban tahun ini. [RIL]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















