• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 4, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Buat Warga Kutim, Jangan Asal Beli Hewan Kurban!

Suriadi Said by Suriadi Said
11 Mei 2026 | 17:08
Reading Time: 2 mins read
0
Buat Warga Kutim, Jangan Asal Beli Hewan Kurban!

Plt Kepala Bidang Peternakan DTPHP Kutim, drh Cut Meutia menujukan stiker sehat yang ditempel petugas pada sapi kurban. Foto; Prokutim

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

MASYARAKAT di Kutai Timur (Kutim) diminta lebih teliti saat membeli hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Pemerintah daerah mengingatkan bahwa tidak semua sapi yang dijual otomatis dipastikan sehat jika belum melalui pemeriksaan petugas kesehatan hewan.

Salah satu tanda hewan telah diperiksa adalah adanya stiker sehat yang ditempel petugas pada sapi kurban. Stiker itu diberikan setelah ternak dinyatakan bebas dari indikasi penyakit dan layak dikonsumsi.

PILIHAN REDAKSI

Gara-Gara Daging Kurban, Buruh di Samarinda Gelap Mata: Bakar Apotek dan Nyaris Tewas Diamuk Warga

Gara-Gara Daging Kurban, Buruh di Samarinda Gelap Mata: Bakar Apotek dan Nyaris Tewas Diamuk Warga

29 Mei 2026 | 13:05
Punya Jambul Mirip Donald Trump, Kerbau Albino Ini Batal Disembelih

Punya Jambul Mirip Donald Trump, Kerbau Albino Ini Batal Disembelih

29 Mei 2026 | 00:12

Plt Kepala Bidang Peternakan DTPHP Kutim, drh Cut Meutia, mengatakan pemeriksaan dilakukan mulai dari penampungan hingga lokasi penjualan. Selain kondisi fisik, petugas juga memeriksa dokumen kesehatan dan riwayat vaksinasi ternak.

“Stiker sehat ini menjadi tanda bahwa sapi sudah diperiksa dan dinyatakan sehat sehingga masyarakat lebih yakin saat membeli hewan kurban,” kata Cut Meutia, Senin (11/5/2026).

Selain stiker, sapi yang masuk ke Kutim juga dilengkapi barcode atau penanda di telinga hewan. Barcode tersebut memuat data asal ternak hingga riwayat vaksinasi PMK yang pernah diberikan.

Menurut Cut Meutia, sistem identifikasi itu penting untuk menelusuri asal hewan apabila ditemukan masalah kesehatan di kemudian hari. Melalui barcode, petugas bisa mengetahui apakah sapi sudah mendapat vaksin lengkap atau belum.

“Dari barcode itu bisa diketahui sapi berasal dari wilayah mana, apakah sudah vaksin satu kali, dua kali, atau vaksin pengulangan,” ujarnya.

Sejumlah dokter hewan dan petugas lapangan di Kutai Timur harus memeriksa ratusan sapi setiap hari untuk memastikan ternak yang dijual benar-benar sehat.

Pemeriksaan bahkan dimulai sejak hewan baru tiba di penampungan. Petugas mengecek kondisi fisik sapi satu per satu, mulai dari suhu tubuh, kondisi mulut, kuku, hingga kemungkinan adanya cacing atau gejala penyakit menular.

drh Cut Meutia, mengatakan pengawasan dilakukan berlapis karena tingginya lalu lintas ternak menjelang Iduladha.

“Tugas kami memastikan hewan yang sampai ke masyarakat benar-benar aman dan sehat,” katanya.

Tidak hanya di lokasi penjualan, pengawasan juga berlanjut hingga proses penyembelihan di Rumah Potong Hewan (RPH). Sebelum dipotong, sapi terlebih dahulu menjalani pemeriksaan ante mortem untuk memastikan kondisinya layak.

Setelah penyembelihan, petugas kembali memeriksa organ dan daging melalui pemeriksaan post mortem. Jika ditemukan indikasi penyakit berbahaya atau cacingan berat, daging tidak diperbolehkan diedarkan.

“Kalau ditemukan kondisi tertentu seperti cacingan berat atau penyakit lain yang membahayakan, maka hewan tidak boleh disembelih untuk konsumsi,” ujar Cut Meutia.

DTPHP Kutim mengimbau masyarakat tidak tergiur harga murah tanpa memastikan kondisi kesehatan ternak. Sebab, hewan yang sakit atau tidak lolos pemeriksaan berisiko membahayakan kesehatan konsumen.

Menjelang Iduladha, pengawasan diperkirakan akan semakin diperketat seiring meningkatnya jumlah ternak yang masuk ke Kutai Timur dari berbagai daerah pemasok. [RE]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Hewan Kurbansapi kurban
Previous Post

1.700 Sapi Kurban bakal Masuk Kutim, Waspadai PMK dan Cacingan

Next Post

Modus Kurir Paket Berujung Perampokan, Satu Keluarga di Samarinda Disekap

BACA JUGA

Ujian CAT PPPK Sekolah Rakyat Dimulai 13 Juli, BKN Siapkan 42 Lokasi

Ujian CAT PPPK Sekolah Rakyat Dimulai 13 Juli, BKN Siapkan 42 Lokasi

4 Juli 2026 | 00:53
Sehari Tiga Aksi Damkar Bontang, Taklukkan Kobra hingga Biawak Raksasa

Sehari Tiga Aksi Damkar Bontang, Taklukkan Kobra hingga Biawak Raksasa

3 Juli 2026 | 23:43
Dipantau Tito dan Luhut, Balikpapan Kejar Target Perlinsos 70 Persen demi Bansos Tepat Sasaran

Dipantau Tito dan Luhut, Balikpapan Kejar Target Perlinsos 70 Persen demi Bansos Tepat Sasaran

3 Juli 2026 | 21:44
Pelayanan Publik Kaltim Banyak Dikeluhkan, Warga Serbu WhatsApp Ombudsman

Pelayanan Publik Kaltim Banyak Dikeluhkan, Warga Serbu WhatsApp Ombudsman

3 Juli 2026 | 20:39
Duduk Perkara Pembongkaran Lahan Polder Tanjung Laut yang Sempat Ditolak Warga Bontang

Duduk Perkara Pembongkaran Lahan Polder Tanjung Laut yang Sempat Ditolak Warga Bontang

3 Juli 2026 | 19:49
35 Vila di Laut Bontang Belum Berizin, Andi Faiz: Pemilik Siap Bayar PAD, Terkendala Izin Provinsi

35 Vila di Laut Bontang Belum Berizin, Andi Faiz: Pemilik Siap Bayar PAD, Terkendala Izin Provinsi

3 Juli 2026 | 19:04
Next Post
Modus Kurir Paket Berujung Perampokan, Satu Keluarga di Samarinda Disekap

Modus Kurir Paket Berujung Perampokan, Satu Keluarga di Samarinda Disekap

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

29 Juni 2026 | 13:23
Siap-Siap Gelap-gelapan 3 Jam Sehari, Ini Biang Kerok Mati Lampu di Kaltim Mati Lampu Tenggarong Kukar Hari Ini: Cek Daftar Wilayah Terdampak di Sini!

Siap-Siap Gelap-gelapan 3 Jam Sehari, Ini Biang Kerok Mati Lampu di Kaltim

29 Juni 2026 | 19:19
Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama Polsek Tabang Gerebek Tambang Emas Ilegal di Kukar, 7 Pekerja Diamankan

Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama

26 Juni 2026 | 23:06
Sempat Molor 2 Bulan, 12 Pejabat Pemkot Bontang Resmi Dilantik Hari Ini

Sempat Molor 2 Bulan, 12 Pejabat Pemkot Bontang Resmi Dilantik Hari Ini

1 Juli 2026 | 12:23
Dikendalikan Buronan, Polda Kaltim Gulung Sindikat Sabu di Bontang

Dikendalikan Buronan, Polda Kaltim Gulung Sindikat Sabu di Bontang

28 Juni 2026 | 13:41

Terbaru

Ujian CAT PPPK Sekolah Rakyat Dimulai 13 Juli, BKN Siapkan 42 Lokasi

Ujian CAT PPPK Sekolah Rakyat Dimulai 13 Juli, BKN Siapkan 42 Lokasi

4 Juli 2026 | 00:53
Sehari Tiga Aksi Damkar Bontang, Taklukkan Kobra hingga Biawak Raksasa

Sehari Tiga Aksi Damkar Bontang, Taklukkan Kobra hingga Biawak Raksasa

3 Juli 2026 | 23:43
Intip Bocoran APBD Kaltim 2027: Proyeksi Rp 12,1 Triliun, Bulan Ini Masuk DPRD

Intip Bocoran APBD Kaltim 2027: Proyeksi Rp 12,1 Triliun, Bulan Ini Masuk DPRD

3 Juli 2026 | 22:33
Dipantau Tito dan Luhut, Balikpapan Kejar Target Perlinsos 70 Persen demi Bansos Tepat Sasaran

Dipantau Tito dan Luhut, Balikpapan Kejar Target Perlinsos 70 Persen demi Bansos Tepat Sasaran

3 Juli 2026 | 21:44
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved