KEBIJAKAN wajib menerima anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah negeri mulai menghadapi tantangan serius di Kalimantan Timur (Kaltim). Di satu sisi, akses pendidikan inklusif terus dibuka. Namun di sisi lain, banyak guru sekolah umum masih belum memiliki kompetensi khusus untuk mendampingi siswa ABK di ruang kelas.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim menegaskan tidak boleh ada sekolah negeri yang menolak siswa berkebutuhan khusus. Kebijakan itu berlaku untuk SMA dan SMK negeri di seluruh daerah.
“Tidak boleh ada sekolah negeri yang menolak anak berkebutuhan khusus,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, di Samarinda, Minggu (10/5/2026).
Saat ini terdapat 82 sekolah penyelenggara pendidikan inklusif di Kaltim, terdiri dari 55 SMA dan 27 SMK. Pemerintah juga memiliki 11 Sekolah Luar Biasa (SLB) negeri, meski sebagian besar masih berada di kawasan perkotaan.
Masalah muncul ketika guru di sekolah umum harus menjalankan dua peran sekaligus. Mereka tidak hanya mengajar siswa reguler, tetapi juga dituntut memahami metode pendampingan bagi siswa berkebutuhan khusus dengan karakter belajar yang berbeda-beda.
Kondisi itu diperberat oleh minimnya tenaga pendidik berlatar Pendidikan Luar Biasa (PLB). Hingga kini, perguruan tinggi di Kalimantan Timur belum memiliki program studi S1 PLB sehingga pasokan guru khusus masih terbatas.
“Para guru membutuhkan dukungan dan kemampuan tambahan agar proses pembelajaran bisa berjalan efektif untuk semua siswa,” kata Armin.
Untuk menutup kekurangan tersebut, Disdikbud Kaltim mulai rutin menggelar pelatihan bagi guru sekolah umum. Materinya meliputi bahasa isyarat, pendekatan psikologis anak, hingga metode pembelajaran inklusif.
Pemprov Kaltim juga menggandeng Universitas Negeri Surabaya untuk mencetak tenaga pengajar PLB melalui program kerja sama pendidikan dan pemberian beasiswa. Langkah itu diharapkan dapat menjawab kebutuhan guru pendidikan khusus yang terus meningkat di Kaltim. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















