Kuartal I: Produksi Kilang LNG Bontang 16,2 Kargo

  • Whatsapp
Foto: Infografis/Ekspor Gas Indonesia/Edward Ricardo

BONTANG – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat, selama kuartal I 2021 produksi gas alam cair (LNG) nasional dari dua kilang yakni Kilang Bontang, Kalimantan Timur dan Kilang Tangguh di Papua Barat, mencapai 46,2 standard kargo.

Produksi LNG tersebut berasal dari Kilang LNG Bontang sebanyak 16,2 kargo dan Kilang Tangguh 30 kargo. Dari total produksi LNG di kuartal I 2021 ini, penjualan ke domestik mencapai 16,9 kargo dan ekspor lebih besar yakni 29,3 kargo.

Bacaan Lainnya

Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas Arief Setiawan Handoko menyebutkan bahwa pada kuartal I tahun ini ada peningkatan penyerapan LNG untuk domestik, terutama karena adanya peningkatan permintaan dari PT PLN (Persero) sebagai imbas dari adanya gangguan pasokan batu bara pada awal tahun.

“Realisasi LNG di kuartal I 2021 ada peningkatan memang, karena PLN ada kebutuhan yang cukup mendesak, tambahan kurang lebih ada empat kargo di kuartal I dan empat kargo di kuartal II,” jelasnya saat konferensi pers SKK Migas, Senin (26/04).

Pada Januari 2021, pasokan LNG untuk PLN sebesar 4,2 kargo, turun tipis dari Januari 2020 yang sebanyak 4,3 kargo. Pada Februari 2021, pengiriman LNG ke domestik, khususnya PLN meningkat menjadi 6,5 kargo dibandingkan 4,2 kargo pada periode yang sama 2020. Lalu, Maret 2021 pasokan LNG untuk PLN mencapai 6,2 kargo, lebih tinggi dibandingkan Maret 2020 yang sebesar 4,9 kargo.

Dari produksi 16,2 kargo di Kilang Bontang, penjualan ke domestik sebesar 9,6 kargo dan ekspor 6,6 kargo. Sementara dari produksi 30 LNG di Kilang Tangguh, sebanyak 7,3 kargo dijual ke domestik dan 22,7 kargo diekspor.

Seperti diketahui, pada awal tahun, tepatnya sejak pertengahan Januari 2021 ketika ada banjir di Kalimantan Selatan, pasokan batu bara untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero) pun terganggu. Stok batu bara saat itu dikatakan menipis, bahkan hanya cukup untuk lima hari.

Dampaknya, PLN pun beralih ke gas untuk mengoperasikan pembangkit listriknya dan menjaga agar pasokan listrik kepada masyarakat tetap andal dan aman.

Untuk keandalan pasokan, khususnya di Pulau Jawa, unit penyimpanan dan regasifikasi terapung (Floating Storage and Regasification Unit/ FSRU) Nusantara Regas dituntut untuk dipasok kargo LNG setiap tujuh hari. **

Pos terkait