RENCANA hadirnya Koperasi Merah Putih di Kota Bontang mulai menjadi perhatian pelaku usaha kecil. Tidak sedikit pedagang yang khawatir koperasi tersebut nantinya justru menjadi pesaing baru di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Namun, Pemerintah Kota Bontang memastikan arah kebijakan itu bukan untuk “mengambil pasar” milik warga. Sebaliknya, koperasi ini disebut akan menjadi penguat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, Eko Arisandi, menegaskan Koperasi Merah Putih dirancang sebagai instrumen ekonomi kerakyatan yang mendukung aktivitas usaha masyarakat.
“Tujuan utamanya adalah memperkuat rantai pasok dan menjaga stabilitas harga, bukan menjadi kompetitor,” ujar Eko.
Menurut dia, koperasi tersebut nantinya memiliki beberapa unit usaha atau gerai layanan. Mulai dari penyediaan sembako, distribusi energi seperti LPG, hingga layanan simpan pinjam untuk masyarakat.
Meski akan memiliki gerai sembako, Eko memastikan sektor itu bukan fokus utama koperasi. Ia menyebut konsep yang dibangun lebih luas, yakni menghadirkan layanan yang saling melengkapi kebutuhan warga dan pelaku usaha lokal.
“Ada gerai sembako, tapi bukan yang utama. Koperasi ini memiliki banyak jenis layanan,” katanya.
Pemerintah juga mencoba meredam kekhawatiran soal persaingan harga. Pengelola koperasi nantinya diwajibkan melakukan survei pasar sebelum menentukan harga jual produk.
Langkah itu dianggap penting agar harga tetap kompetitif tanpa memukul pedagang kecil yang sudah lebih dulu berjualan di lingkungan masyarakat.
“Tidak serta-merta lebih murah. Semua akan melalui kajian agar tetap seimbang,” tambah Eko.
Skema tersebut diharapkan mampu menciptakan hubungan yang sehat antara koperasi dan pelaku usaha lokal. Pemerintah ingin koperasi hadir sebagai mitra distribusi sekaligus penguat ekonomi warga.
Pemkot Bontang berharap Koperasi Merah Putih bisa membantu UMKM mendapatkan akses distribusi barang yang lebih baik, harga yang lebih stabil, serta dukungan permodalan yang lebih mudah dijangkau.
Selain itu, kehadiran koperasi juga diproyeksikan mampu memperpendek rantai distribusi barang. Dampaknya, biaya bisa ditekan dan daya saing pelaku usaha lokal meningkat.
Jika berjalan sesuai rencana, manfaatnya bukan hanya dirasakan pedagang kecil, tetapi juga masyarakat luas yang membutuhkan harga barang lebih stabil di tengah fluktuasi pasar. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















