PEMERINTAH Kota Bontang mulai menggerakkan proyek pembangunan Graha Koperasi Merah Putih di enam titik berbeda. Program ini menjadi bagian dari gerakan nasional yang diluncurkan Presiden pada 16 Mei 2026 lalu.
Enam kelurahan yang kini masuk tahap pembangunan yakni Bontang Lestari, Guntung, Telihan, Berebas Tengah, Tanjung Laut Indah, dan Bontang Baru.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, Eko Arisandi, mengatakan pembangunan tersebut menjadi langkah awal menuju target besar pemerintah kota.
Bontang menargetkan 15 koperasi hadir di seluruh kelurahan.
“Sekarang sudah ada enam lokasi yang masuk tahap pembangunan fisik. Ini langkah awal untuk pemerataan ekonomi berbasis koperasi di Bontang,” ujar Eko, Jumat (22/5/2026).
Program Koperasi Merah Putih sendiri tengah menjadi perhatian nasional. Pemerintah pusat menargetkan koperasi menjadi penggerak ekonomi masyarakat dari tingkat bawah.
Secara nasional, sebanyak 1.061 koperasi disebut telah beroperasi dan jumlahnya akan terus bertambah. Namun, tidak semua kelurahan memiliki lahan kosong milik pemerintah daerah.
Padahal, aturan pembangunan koperasi cukup ketat. Graha Koperasi Merah Putih wajib berdiri di atas aset pemerintah karena bangunan nantinya akan tercatat sebagai aset daerah.
“Bangunannya akan menjadi aset pemerintah, jadi tidak boleh di atas lahan swasta,” tegas Eko.
Persoalan lahan ini membuat pemerintah harus menyiapkan berbagai opsi.
Jika suatu wilayah tidak memiliki lahan yang memenuhi syarat, maka pembangunan bisa dialihkan ke kelurahan terdekat yang masih berada dalam cakupan pelayanan masyarakat.
“Misalnya di Api-Api tidak tersedia lahan, maka bisa dibangun di kelurahan terdekat seperti Bontang Baru,” jelasnya.
Meski pembangunan fisik sudah dimulai, aktivitas koperasi hingga kini belum berjalan. Pemkot masih fokus menyelesaikan bangunan dan fasilitas pendukung terlebih dahulu.
Nantinya, operasional koperasi direncanakan dimulai secara bersamaan setelah seluruh tahapan rampung.
Dia berharap koperasi ini tidak hanya menjadi bangunan baru, tetapi benar-benar menjadi pusat perputaran ekonomi warga di tingkat kelurahan.
“Harapan kami nantinya koperasi bisa langsung berjalan optimal dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tutup Eko. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami


















