PEREDARAN narkoba terus berubah. Modus makin canggih, jaringan makin rapi. Di tengah tekanan itu, AKP Ichsan, SH, MM kembali ke titik awal kariernya—Polres Pangkep—kini sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba, membawa pengalaman panjang dan strategi baru.
Bagi Ichsan, Pangkep bukan wilayah asing. Ia memulai karier sebagai Bintara Polri angkatan 2003 di daerah ini. Kini, lebih dari dua dekade kemudian, ia kembali dengan tanggung jawab lebih besar: memimpin perang melawan narkotika di wilayah tersebut.
Langkah pertama yang ia ambil bukan langsung operasi besar. Ia memilih membenahi dari dalam. Membangun tim yang solid, memperkuat komunikasi, dan memastikan setiap personel bekerja sesuai kapasitasnya.
“Kalau tim kuat, kerja akan maksimal. Ini fondasi utama,” ujarnya.
Perjalanan kariernya membentuk pendekatan tersebut. Ia pernah bertugas di berbagai posisi strategis, mulai dari Kanit Reskrim Polsek Masamba Polres Luwu Utara, Kanit Narkoba Polres Gowa, hingga KBO Narkoba Polres Gowa. Ia juga sempat memimpin Satresnarkoba di Polres Barru dan Polres Soppeng.
Di dua wilayah itu, kinerjanya teruji. Saat menjadi Kanit 1 Satresnarkoba Polres Gowa, ia meraih penghargaan pengungkapan kasus terbanyak pada 2019. Prestasi serupa berulang saat ia menjabat Kasat Resnarkoba Polres Soppeng.
Namun, ia tidak menempatkan capaian itu sebagai keberhasilan pribadi.
“Ini kerja tim. Tanpa soliditas, tidak mungkin tercapai,” katanya.
Kini, tantangan yang dihadapi berbeda. Icshan melihat pola peredaran narkoba semakin adaptif. Teknologi dimanfaatkan, jalur distribusi berubah, dan jaringan bergerak lebih dinamis.
“Di satu sisi kita semakin kuat dalam penindakan. Tapi jaringan juga berkembang, lebih canggih,” ujarnya.
Karena itu, strategi yang ia dorong tidak hanya penindakan. Ia membuka ruang kolaborasi lebih luas, melibatkan instansi lain dan masyarakat sebagai bagian dari sistem informasi.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam memutus rantai peredaran, terutama dalam memberikan informasi awal yang akurat.
Selain itu, pemanfaatan teknologi juga menjadi fokus. Ia mendorong jajarannya untuk tidak tertinggal dalam membaca pola baru kejahatan narkotika.
“Kita harus menyesuaikan. Tidak bisa pakai cara lama untuk pola yang baru,” tegasnya.
Di balik pendekatan itu, ada prinsip yang ia pegang: kepemimpinan yang tegas, adil, dan terbuka. Ia juga menekankan pentingnya kepercayaan di dalam tim sebagai kunci efektivitas kerja.
Kembalinya AKP Ichsan ke Pangkep bukan sekadar rotasi jabatan. Ia datang dengan misi memperkuat fondasi internal dan memperluas sinergi. Di tengah dinamika peredaran narkoba yang terus berubah, strategi itu menjadi taruhan utama dalam menjaga wilayah tetap aman. [IR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















