Pranala.co, BALIKPAPAN — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menambal kekurangan tenaga pendidik di sekolah negeri. Jalannya melalui rekrutmen guru dengan skema Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).
Dari total kebutuhan 643 guru, sebanyak 462 peserta dinyatakan lolos seleksi tahap pertama. Mereka kini memasuki tahapan pendaftaran ulang dan pelengkapan administrasi.
Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan proses seleksi masih berjalan. Tahap pertama baru memenuhi sebagian kebutuhan.
“Sekitar 462 guru sudah kami umumkan lolos tahap pertama. Saat ini mereka sedang melengkapi persyaratan administrasi untuk pendaftaran ulang,” kata Irfan, Selasa (13/1/2026).
Namun, kebutuhan guru belum sepenuhnya terpenuhi. Disdikbud masih kekurangan sekitar 180 guru. Kekosongan itu akan diisi melalui seleksi tahap kedua.
“Nanti akan kami buka seleksi tahap kedua untuk menggenapi kebutuhan hingga 643 guru. Prosesnya masih berjalan dan belum final,” ujarnya.
Irfan menegaskan, rekrutmen guru PJLP memiliki dasar hukum yang jelas. Pelaksanaannya mengacu pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Aturan tersebut mewajibkan pemerintah daerah memenuhi kebutuhan guru, baik dari sisi jumlah maupun kualitas.
Selain itu, proses ini juga merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru.
Dalam skema PJLP, guru memiliki kewajiban mengajar minimal 24 jam pelajaran dan maksimal 30 jam pelajaran per minggu. Jika dirata-ratakan, beban mengajar sekitar enam jam pelajaran per hari.
Bagi peserta yang telah lolos seleksi tahap pertama, penandatanganan kontrak kerja dijadwalkan pada 14 Januari 2026. Sehari setelahnya, para guru langsung mulai bertugas di sekolah masing-masing.
“Tanggal 14 penandatanganan kontrak. Tanggal 15 Januari mereka sudah mulai bekerja sesuai penempatan sekolah,” jelas Irfan.
Ia juga membantah anggapan bahwa minat menjadi guru PJLP rendah. Faktanya, jumlah pendaftar justru cukup tinggi.
“Yang mendaftar lebih dari seribu orang. Tapi yang lolos sekitar 400-an karena seleksi dilakukan secara ketat,” tegasnya.
Salah satu penyebab banyak pelamar tidak lolos adalah ketidaksesuaian latar belakang pendidikan dengan formasi yang dibutuhkan. Disdikbud menekankan pentingnya linearitas pendidikan dalam proses seleksi.
“Ada pelamar dengan latar belakang sarjana hukum atau administrasi yang mendaftar untuk formasi guru mata pelajaran tertentu. Itu tentu tidak bisa kami terima,” ujarnya.
Disdikbud Balikpapan berharap seleksi tahap kedua dapat segera dilaksanakan. Tujuannya agar kebutuhan tenaga pendidik di sekolah negeri Balikpapan dapat terpenuhi sesuai formasi yang telah ditetapkan. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















