BONTANG, Pranala.co – Laut itu tenang pagi itu. Tidak ada tanda bahaya. Kapal kecil melaju dari arah Biduk-Biduk, Berau. Di atasnya, lima orang warga. Mereka pulang. Atau mungkin menuju harapan lain di Bontang.
Namun, di tengah perjalanan, sesuatu yang tak diinginkan terjadi. Mesin kapal mendadak bermasalah. Bukan sekadar mati. Lebih serius. As tengah—bagian penting yang memutar baling-baling—dilaporkan patah.
Kapal pun kehilangan tenaga. Terombang-ambing di perairan sekitar kawasan Pupuk Kaltim, Bontang, Minggu (5/4/2026). Di laut, situasi seperti itu bisa cepat berubah menjadi darurat.
Beruntung, laporan segera diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang. Tim tidak menunggu lama. Mereka bergerak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail, memastikan seluruh penumpang berhasil dievakuasi.
“Kami segera mengevakuasi korban ke lokasi aman di Mercusuar Pulau Kedindingan. Semua dalam kondisi selamat,” ujarnya.
Tim Water Rescue BPBD yang berjumlah lima personel diterjunkan langsung ke lokasi. Mereka menembus perairan untuk menjangkau kapal yang tak lagi berdaya.
Satu per satu penumpang dipindahkan. Tidak ada yang tertinggal.
Kelima warga tersebut masing-masing diketahui bernama Kasim (50), Sabida (50), Surif (40), Saharuddin (38), dan Nasir (30). Semuanya berasal dari RT 6 Bontang Lestari.
Mereka selamat. Itu yang terpenting. Peristiwa ini kembali mengingatkan satu hal sederhana: laut tidak pernah bisa dianggap remeh.
Kerusakan kecil bisa menjadi besar. Perjalanan yang tampak biasa bisa berubah menjadi darurat dalam hitungan menit.
BPBD Bontang pun mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan kondisi kapal sebelum berlayar. Termasuk memeriksa mesin dan perlengkapan keselamatan.
“Jika ada kejadian serupa, segera melapor ke BPBD,” kata Ismail. (RIL)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















