Ini Alasan Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Divaksin Covid-19 Sinovac

Gubernur Kaltim, Isran Noor.

SESUAI arahan Kementerian Kesehatan, hanya dua daerah di Kaltim yang dapat vaksin virus corona atau COVID-19 jenis Sinovac, yakni Samarinda dan Kutai Kartanegara (Kukar). Saat ini pemprov sedang mempersiapkan figur yang bakal menerima penangkal wabah corona tersebut.

“Rencananya Kamis pekan ini (14 Januari 2021). Nanti selain nakes (tenaga kesehatan/medis) ada juga sepuluh tokoh masyarakat yang bakal divaksin,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim, Padilah Mante Runa, Selasa (12/1) siang.

Lebih lanjut diterangkannya, sepuluh tokoh masyarakat ini beragam. Mulai dari gubernur/wakil gubernur, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, kemudian dari Kodam VI/Mulawarman dan Polda Kaltim juga ada. Jajaran pejabat dan tokoh masyarakat ini bakal jadi contoh kepada masyarakat. Maklum saja sejumlah isu beredar di jagat maya menyebut bila vaksin tersebut membawa masalah.

“Bayangkan saja kalau ada masalah (sebab yang divaksin duluan tokoh masyarakat),” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Biro Humas Setprov Kaltim Syafranuddin menuturkan bila Muhammad Sabani, Sekprov Kaltim bakal menerima vaksin pertama bersama sejumlah figur lainnya. Mulai dari Kapolda Kaltim, Irjen Pol Herry Rudolf Nahak, Pangdam) VI/Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto, perwakilan IDI Kaltim dan lainnya. Meski demikian gubernur dan wakil gubernur tak bakal menerima suntikan vaksin Sinovac, pun demikian dari MUI Kaltim.

“Pak Gub (Isran Noor) kan faktor umur (sudah berusia 63 tahun), sedangkan Pak Wagub (Hadi Mulyadi) pernah terjangkit COVID-19, jadi sistem imunnya sudah terbentuk,” terang Ivan, begitu ia biasa disapa.

Ivan menambahkan, mereka yang telah menerima vaksin pada 14 Januari nanti akan kembali disuntik imun pada 28 Januari mendatang atau 14 hari setelah vaksinasi pertama. Tak hanya itu, nantinya prosesnya bakal disiarkan lewat streaming dan video conference. Mulai dari membuka jarum hingga penyuntikan, semua bisa diketahui publik.

“Sehingga masyarakat bisa menyaksikan secara langsung dan tidak perlu takut ketika divaksin nanti,” tutup Ivan.

 

 

[dn]

More Stories
Pembatasan Aktivitas Diberlakukan, PAD Bontang Kena Imbas