PEMBANGUNAN fasilitas keamanan di Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai bergerak. Otorita IKN memulai tahap awal pembangunan Kepolisian Resor Kota (Polresta) dengan pembersihan lahan seluas 3,24 hektare di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa kehadiran Polresta menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan publik di ibu kota baru, terutama di sektor keamanan.
“Kehadiran Polresta IKN dimaksudkan untuk mendukung layanan keamanan bagi masyarakat di kawasan Nusantara,” kata Basuki dalam keterangan resminya, Senin, 13 April 2026.
Pekerjaan saat ini memasuki tahap land clearing atau pembersihan lahan. Proses ini menjadi fondasi awal sebelum pembangunan fisik dimulai. Basuki menyebut, tahap pertama pembangunan ditargetkan rampung pada akhir 2027.
Sehari sebelumnya, ia bersama jajaran Otorita IKN telah meninjau langsung lokasi pembangunan untuk memastikan kesiapan proyek berjalan sesuai rencana.
Di atas lahan seluas 3,24 hektare, Polresta IKN dirancang sebagai kompleks terpadu. Tidak hanya gedung utama, tetapi juga berbagai fasilitas pendukung.
Rencana pembangunan mencakup: gedung utama enam lantai dengan tambahan lantai dek dan tiga lantai bawah, masjid, lapangan upacara, kolam retensi, hingga fasilitas olahraga.
Gedung utama akan menjadi pusat aktivitas kepolisian, dilengkapi ruang kerja, ruang rapat, serta fasilitas operasional lainnya.
Konsep pembangunan tidak hanya menekankan fungsi, tetapi juga integrasi kawasan. Jalur pedestrian, ruang terbuka, hingga amfiteater yang terhubung dengan fasilitas olahraga menjadi bagian dari desain.
Pendekatan ini mencerminkan konsep tata kota Nusantara yang mengedepankan keterpaduan antara fungsi layanan publik dan ruang sosial. Basuki menegaskan, seluruh proses pembangunan harus berjalan dalam satu kendali di bawah Otorita IKN.
“Semua instruksi pembangunan harus satu perintah, satu komando dari Otorita IKN. Perencanaan harus dicek dan dihitung ulang agar tidak ada kesalahan,” ujarnya.
Pembangunan Polresta IKN menjadi bagian dari upaya membangun infrastruktur dasar di ibu kota baru—tidak hanya fisik pemerintahan, tetapi juga sistem keamanan. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















