Ikan Toman, Predator asal Kalimantan yang Bermanfaat bagi Kesehatan

Ikan toman | @bigjom jom Shutterstock

pranala.co – Pernah dengar nama ikan toman? Ikan dengan sebutan red snakehead ini berasal dari Kalimantan dan termasuk dalam suku ikan gabus (Channidae). Bila dilihat dari bentuknya, ikan toman memang mirip dengan ikan gabus. Hanya saja bila diperhatikan lebih detail, ukuran ikan toman lebih panjang dan menjadi spesies terbesar dalam suku Channidae.

Penyebaran ikan toman memang terbatas sehingga namanya tak terlalu populer. Di Indonesia, ikan toman bisa ditemukan di Sumatra dan Kalimantan, tetapi juga menyebar sampai ke Malaysia, Thailand, Laos, Vietnam, hingga India.

Selain ukurannya besar, ternyata ikan toman juga tergolong buas dan predator karena ia memangsa ikan-ikan lain dan hewan yang ada di lingkungannya seperti kodok dan serangga.

Meski tergolong liar, ikan ini diketahui bermanfaat bagi kesehatan. Baru-baru ini, pihak Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berencana untuk membudidayakan ikan gabus dan toman di lahan bekas pertambangan bijih timah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Pada kunjungan ke Bangka Belitung (Babel) pada Minggu (14/11/2021), Komisaris Utama PT Indonesia Asahan Alumunium, Letnan Jenderal TNI (Purn) Doni Monardo mendorong Pemprov Babel untuk menjadikan lahan bekas tambang menjadi lahan produktif. Dari beberapa usulan, budidaya perikanan jadi salah satu yang bisa dikerjakan dalam jangka pendek karena masa panennya terbilang singkat.

“Ikan toman ini akan diproduksi menjadi albumin. Saat ini, dunia sedang membutuhkan albumin, kandungan albumin pada ikan toman sangat tinggi. Zat ini juga sangat dibutuhkan manusia. Hal ini pasti dapat membantu masyarakat Babel,” ujar Doni, seperti dikutip Kompas.tv.

Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi Rosman Djohan pun sepakat dengan pernyataan Doni terkait kandungan gizi ikan toman dan ia mengatakan bahwa albumin dalam ikan toman memiliki nilai ekonomi tinggi karena kandungan protein tersebut diminati masyarakat dunia.

“Protein kedua ikan ini sangat bermanfaat sekali untuk masyarakat, terkhusus membuat sehat dan pertumbuhan fisik masyarakat di Kepulauan Bangka Belitung lebih kuat, bisa tinggi, cerdas,” katanya.

Bila ikan gabus pada umumnya berukuran sekitar 40 cm, maka ikan toman bisa tumbuh dengan panjang mencapai satu meter, bahkan lebih. Seperti dilansir Rimbakita.com, ikan toman paling besar yang pernah ditemukan panjangnya mencapai 1,5 meter dan beratnya sampai 20 kilogram.

Ikan toman memiliki bentuk tubuh yang besar, tinggi, dan badannya cenderung pipih serta ekornya membulat. Ciri lain adalah bentuk kepala meruncing, ukuran mulutnya kecil, serta memiliki gigi yang runcing dan tajam. Ikan toman juga punya lima sirip yaitu di punggung, dada, perut, dubur, dan ekor.

More Stories
Agus Haris: Pemerintah Tak Konsisten Soal Percepatan Investasi Kilang Minyak Bontang