SEEKOR penyu betina bertelur ditemukan mati mengenaskan di pesisir Pantai Balikukup, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), Minggu (2/8/2026). Satwa laut dilindungi ini diduga dibunuh secara sadis oleh orang tak dikenal (OTK) yang mengincar seluruh telur dari dalam perutnya.
Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Lestari Balikukup menemukan bangkai penyu tersebut saat menggelar patroli rutin pantai.
Peristiwa ini langsung memicu keprihatinan mendalam lantaran menjadi kasus pembunuhan satwa pertama yang ditemukan tim pengawas dalam dua bulan terakhir.
Petugas awalnya menyusuri jejak penyu yang mengarah kembali ke area laut. Jalur jejak tersebut justru berujung pada bangkai seekor penyu betina dengan bekas sayatan tajam di bagian perut.
Seluruh telur yang berada di dalam organ tubuh satwa tersebut habis dikeruk pelaku. Setelah mendokumentasikan kondisi fisik dan lokasi kejadian, Pokmaswas bersama warga sekitar mengevakuasi serta menguburkan bangkai penyu di area pantai.
Anggota Pokmaswas Lestari Balikukup, Suryadi, mengonfirmasi bahwa kasus perburuan dengan modus membelah perut penyu baru pertama kali ini terdeteksi. Tim pengawas tidak menyangka aksi pembunuhan berdarah dingin ini terjadi di kawasan peneluran aktif.
"Selama dua bulan terakhir melakukan pemantauan, baru kali ini kami menemukan kejadian seperti ini," tegas Suryadi.
Pokmaswas menduga kuat bahwa pelaku aksi keji ini merupakan pihak yang paham betul karakteristik serta jalur pemantauan di Pantai Balikukup. Meski demikian, identitas pemburu satwa ini masih misterius dan belum dapat dipastikan.
Suryadi tidak menampik bahwa praktik konsumsi telur penyu masih ditemukan pada sebagian kecil kelompok masyarakat. Kendati begitu, pihaknya memilih tidak berspekulasi dan menyerahkan pengungkapan kasus sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
Guna mencegah kejadian berulang, Pokmaswas terus meningkatkan intensitas patroli malam antara dua hingga empat kali. Tim di lapangan juga konsisten memberikan sosialisasi perlindungan satwa kepada masyarakat sekitar.
Upaya pengamanan kawasan pendaratan penyu masih terkendala oleh minimnya sarana pendukung penjelajahan laut. Tim Pokmaswas hingga kini belum memiliki speedboat operasional untuk mengejar para pelaku perburuan yang melarikan diri lewat jalur perairan.
"Kalau bisa dari pemerintah ada solusi agar pengambilan penyu bisa dihentikan. Jangan ada lagi penjualan daging maupun telur penyu," ujar Suryadi.
Kepala UPTD Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K-KDPS) Berau, Didik Riyanto, mengecam keras aksi pembunuhan satwa terlindungi tersebut.
Pihaknya bergerak cepat menerjunkan tim guna melakukan tindakan awal dan berkoordinasi dengan instansi berwenang.
UPTD KKP3K-KDPS Berau memastikan patroli dan pengawasan ketat di area konservasi kawasan pesisir bakal diperketat. Langkah ini diambil guna menjamin Pantai Balikukup tetap aman sebagai kawasan peneluran penyu utama di Kabupaten Berau. (*)















