Hasil Rapid Test Reaktif, 135 Calon Penumpang Bandara Sepinggan Gagal Terbang

  • Whatsapp
Para calon penumpang yang hendak terbang harus menjalani rapid test di Bandara.

SEJAK dibuka kembali moda transportasi udara dan laut dua pekan lalu, Tim Gugus Tugas Covid-19 Balikpapan, Kalimantan Timur mencatat ada 135 calon penumpang hasil rapid tesnya reaktif usai jalani rapid test yang dilakukan sebagai syarat keberangkatan. Rata-rata mereka adalah calon penumpang di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan.

Memang hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi Tim Gugus Tugas, lantaran dengan diberlakukannya persyaratan pemeriksaan rapid test, tentu berdampak pada meningkatnya jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) lantaran banyak yang reaktif Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Memang kan yang diwaspadai sekarang itu banyaknya warga yang screening rapid test yang mau berangkat melalui Bandara SAMS Sepinggan. Nah, itu sudah ada 135 orang yang hasilnya reaktif Covid-19,” kata Kepala DKK Balikpapan, Andi Sri Juliarty.

Dokter Dio -sapaan akrab Andi Sri- menuturkan, para calon penumpang itu kebanyakan berasal dari kota lain yang ada di Kaltim dan hendak berangkat melalui Bandara SAMS Sepinggan. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, rupanya ratusan calon penumpang ini dinyatakan reaktif.

“Mereka mau keluar dari Kaltim lewat bandara di Balikpapan. Nah, mereka harus diperiksa rapid test,” ujar Dio.

Sontak ratusan calon penumpang yang dinyatakan reaktif itu langsung menjalani isolasi mandiri. Beberapa diantaranya ada yang diisolasi di wisma yang sudah disiapkan pemkot, namun ada juga yang memilih isolasi mandiri melalui perusahaan mereka.

“Sekarang ada yang diisolasi di wisma yang disediakan pemkot. Ada juga yang isolasi oleh kantornya dan ada yang isolasi mandiri. Yang pasti semuanya ketika dinyatakan reaktif, langsung menjalani isolasi,” jelas Dio.

Dio mengimbau kepada semua warga yang hendak berangkat melalui Bandara SAMS Sepinggan agar melakukan pemeriksaan rapid test di kabupaten/kota masing-masing. Sebab dikhawatirkan calon penumpang ada yang terkonfirmasi positif sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) namun masih berkeliaran.

“Kami mengimbau agar masyarakat yang mau berangkat melalui bandara di Balikpapan agar melakukan rapid test dulu di daerah masing-masing,” pungkasnya. (prokal)

Pos terkait