PRANALA.co – Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2026 mulai menampakkan wajahnya. Tema dan logo resmi telah dirilis. Puncak peringatan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Hari Amal Bakti bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah penanda sejarah. Sekaligus ruang refleksi bagi perjalanan panjang Kementerian Agama Republik Indonesia.
Setiap 3 Januari, Kemenag memperingati hari kelahirannya. Tepat pada tanggal tersebut, tahun 1946, lembaga ini resmi berdiri dan mulai menjalankan tugasnya dalam mengelola urusan pemerintahan di bidang agama.
Awalnya, kementerian ini bernama Departemen Agama. Gagasan pembentukannya telah muncul sejak masa persiapan kemerdekaan. Muhammad Yamin mengusulkannya dalam Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) pada 11 Juli 1945.
Namun, persetujuan resmi baru lahir beberapa bulan kemudian. Melalui Sidang Pleno Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada 25–27 November 1945, usulan tersebut akhirnya diterima. Setelah dibahas Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta, Departemen Agama disahkan dan kemudian dikenal sebagai Kementerian Agama.
Sejarah itu pula yang melandasi peringatan Hari Amal Bakti. Pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan 3 Januari 1946 sebagai Hari Lahir Kementerian Agama melalui Penetapan Menteri Agama Nomor 6 Tahun 1956, yang diterbitkan pada 1 Maret 1956.
Memasuki usia ke-80 tahun, Kemenag mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Tema ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 39 Tahun 2026 tentang Pedoman Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026.
Tema tersebut menjadi pengingat bagi seluruh insan Kemenag. Bahwa tugas utama kementerian ini tidak hanya soal administrasi. Tetapi juga merawat kerukunan, memperkuat sinergi lintas umat, serta menghadirkan pelayanan publik yang adil dan inklusif.
Selain tema, logo HAB 2026 juga sarat makna. Berikut link untuk mengunduh logo Hari Amal Bakti 2026: Link Unduh Logo Hari Amal Bhakti Kemenag 2026
Logo menampilkan angka 80 sebagai penanda usia Kemenag. Pada angka delapan, terdapat tiga elemen daun. Ketiganya melambangkan kesinambungan nilai agama, manusia, dan alam.
Sementara itu, angka nol dibentuk menyerupai lingkaran berwarna kuning. Lingkaran ini dimaknai sebagai matahari atau cahaya. Simbol energi positif. Harapan. Sekaligus masa depan yang cerah bagi kehidupan beragama di Indonesia.
Sebagai bagian dari keterbukaan informasi, Kemenag juga menyediakan tautan resmi untuk pengunduhan logo Hari Amal Bakti 2026. Logo tersebut dapat digunakan oleh masyarakat, instansi, maupun satuan kerja dalam menyemarakkan peringatan HAB ke-80.
Di usia delapan dekade, Hari Amal Bakti kembali menjadi pengingat. Bahwa keberadaan Kementerian Agama lahir dari semangat pengabdian. Dan semangat itu dituntut terus hidup, dalam pelayanan, keteladanan, serta kerja nyata bagi seluruh umat di Indonesia. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















