Pranala.co, BONTANG — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, secara resmi membuka Konferensi Kota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bontang Tahun 2025. Acara berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (11/6).
Konferensi ini dihadiri jajaran pengurus PGRI dari tingkat kota hingga provinsi. Di antaranya Ketua Umum PGRI Kota Bontang Dasuki, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Saparuddin, Ketua PGRI Kaltim Yonathan, serta para tokoh PGRI lainnya.
Wali Kota menyampaikan apresiasi atas soliditas PGRI Bontang. Ia menyebut organisasi guru ini telah berperan besar dalam mengawal isu-isu pendidikan di daerah.
“Siapa pun pemimpin yang terpilih nanti, harus visioner, profesional, dan mampu menjaga marwah guru sebagai pilar pendidikan,” tegas Wali Kota Neni.
Ia juga menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang tertib dan akuntabel. Menurut laporan panitia, saat ini PGRI Bontang telah memiliki tiga cabang aktif: Bontang Utara, Selatan, dan Barat.
Wali Kota Neni menekankan bahwa program PGRI harus sejalan dengan visi pembangunan Pemkot Bontang, terutama dalam bidang mental dan spiritual.
Wali Kota Bontang juga mengungkap capaian strategis sektor pendidikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bontang saat ini berada di angka 82, tertinggi di Kalimantan Timur. Target IPM tahun 2035 dipatok menyentuh angka 84.
“Pendidikan adalah kunci utama dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM), sekaligus fondasi pembangunan manusia,” ujar Neni.
Wali Kota juga menyinggung pentingnya peran guru sebagai agen perubahan sosial. Ia menyoroti masih adanya kasus perundungan di sekolah.
“Kalau masih terjadi perundungan, artinya kita belum maksimal. Mari ciptakan ruang belajar yang ramah dan penuh kasih,” ajaknya.
Konferensi ini diharapkan menghasilkan kepengurusan PGRI yang baru, yang bisa memperkuat kolaborasi dengan Pemkot dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kota Bontang. [RIL]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















