“Kenapa makin lama jalan kita makin hancur, Pak Nanda?” tanya Gubernur kepada Kepala Dinas PUPR Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda.
Menurutnya, anggaran dari pusat (APBN) harus segera dibuka.
“Saya akan temui langsung Menteri PUPR Dody Hanggodo tanggal 26 Juni. Saya minta data pendukung dari Pemkab dan Pemprov,” tegasnya.
Gubernur Kaltim juga mendorong agar pembangunan jalan Kukar-Kubar tidak lagi menggunakan aspal.
“Kalau kiri-kanan banjir, aspalnya jadi kerupuk. Saya pilih lewat darat, biar tahu persis kondisi jalan. Kalau lewat udara, tidak akan kelihatan rusaknya,” tegasnya.
Sejauh ini, anggaran tersedia untuk peningkatan jalan sebesar Rp41,5 miliar. Namun, Rp129 miliar masih terblokir.
Kabar baiknya, Kementerian PUPR disebut telah menyiapkan anggaran multiyears contract (MYC) senilai Rp425,8 miliar, untuk program Agustus 2025 hingga Agustus 2027.
Jalur alternatif Resak-Sotek, yang hanya berjarak 97 km dari IKN, dinilai sangat strategis. Gubernur Harum bertekad memperjuangkan akses ini agar jadi prioritas pembangunan jalan ke ibu kota baru.
[DIAS/RIL]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami














