USIANYA masih sangat muda. Baru berdiri pada 2022 dan baru dua kali meluluskan siswa. Namun langkah SMA Nasional KPS Balikpapan melesat jauh melampaui banyak sekolah yang lebih senior.
Siapa sangka, sekolah yang baru berusia 4 tahun ini resmi ditetapkan sebagai SMA Unggul Garuda Transformasi 2026 oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Dari total 30 sekolah yang terpilih di seluruh Indonesia, SMA Nasional KPS menjadi satu-satunya wakil dari Pulau Kalimantan.
Kepala SMA Nasional KPS Balikpapan, Noor Yanti Aziza, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Baginya, status “Sekolah Garuda” bukan sekadar label, melainkan pengakuan tuntas atas pola pendidikan yang mereka bangun selama ini.
“Kami bersyukur dan bangga. Ini adalah validasi terhadap apa yang sudah kami lakukan. Kebetulan, visi kami sejalan dengan syarat Sekolah Garuda sebagai center of excellence,” ungkap perempuan yang akrab disapa Anty ini.
Meski usianya tergolong muda dan baru meluluskan dua angkatan, prestasi siswanya tidak main-main. Hingga saat ini, tercatat ada 43 Letter of Acceptance (LoA) dari berbagai perguruan tinggi bergengsi di luar negeri yang berhasil dikantongi para siswa.
Anty menegaskan bahwa capaian ini bukan buah dari persiapan mendadak demi mengikuti lomba atau seleksi. Sebaliknya, semua program unggulan sudah berjalan secara organik sejak hari pertama sekolah berdiri.
Ada sembilan program pondasi yang mereka terapkan, mulai dari penguatan karakter Religious Nationalist, penggunaan kurikulum internasional Pearson UK, hingga kewajiban riset ilmiah bagi siswa kelas 11.

“Program ini ada karena memang dibutuhkan anak-anak untuk masa depan mereka, bukan dibuat karena ada lomba,” tegasnya.
Bahkan, untuk urusan riset, para siswa tidak tanggung-tanggung dalam mencari penguji. Karya ilmiah mereka diuji oleh akademisi dari BRIN, ITK, hingga peneliti dari Amerika Serikat dan Rusia yang hadir secara daring.
Efek dari kualitas yang teruji ini sangat terasa pada minat pendaftar. Bayangkan, kuota untuk tahun ajaran 2025/2026 sudah dinyatakan penuh sejak November 2025 lalu.
Karena banyaknya daftar tunggu, pihak sekolah sampai harus menambah satu rombongan belajar baru. Kini, siswanya pun tak hanya datang dari Balikpapan, tapi merambah hingga Sangatta, Penajam, bahkan dari Pulau Jawa yang sengaja “menyeberang” ke Kalimantan untuk bersekolah di sini.
Ke depan, dengan status Sekolah Garuda, SMA Nasional KPS akan mendapatkan pengayaan program langsung dari pemerintah, mulai dari pendampingan riset hingga penguatan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Anty berharap, keberhasilan ini menjadi pemantik semangat bagi sekolah lain di Kalimantan. Ia ingin membuktikan bahwa sekolah di luar Jawa pun mampu bersaing di level tertinggi.
“Harapan kami, posisi Kalimantan dalam peta pendidikan nasional semakin kuat. Kami ingin melahirkan generasi yang mandiri, tangguh, dan siap bersaing secara global,” tutupnya. [RUL]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami












