Pranala.co, BONTANG – Kondisi keuangan Kota Bontang masih jauh dari kata ideal. Hal itu disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam audiensi dengan pemerintah pusat baru-baru ini.
Neni menegaskan, Bontang masih sangat bergantung pada dana transfer dari pusat. Tanpa itu, banyak program pembangunan terancam jalan di tempat.
“Kami sangat berharap dana transfer bisa kembali utuh. Pada 2026, ada banyak program strategis yang harus dijalankan. Mulai dari infrastruktur, penanganan banjir, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.
Neni juga menyoroti pentingnya peningkatan dana bagi hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Menurutnya, kedua pos ini menjadi penopang utama pendapatan daerah.
“Kalau transfer ke daerah tidak mencukupi, kami akan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Apalagi program yang sudah direncanakan jumlahnya tidak sedikit,” tegasnya.
Dari hasil diskusi, pemerintah pusat memastikan adanya tambahan dana transfer sebesar Rp43 triliun. Total pagu indikatif RAPBN 2026 menjadi Rp693 triliun, naik dari Rp650 triliun sebelumnya. Meski begitu, angka itu masih jauh lebih rendah dibandingkan pagu tahun 2024 yang mencapai Rp919 triliun.
Neni mengakui, tambahan ini belum cukup. Pemkot pun akan segera menyesuaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) baik melalui revisi maupun penyusunan APBD murni.
“Walaupun ada penambahan dana, angkanya masih jauh dari harapan. Kami harus realistis dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada,” katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menegaskan bahwa pengurangan transfer ke daerah tidak boleh berimbas pada kualitas pelayanan publik.
“Kami berharap standar pelayanan minimal tetap terjaga. Infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan harus tetap dibangun, meskipun dengan anggaran terbatas,” kata Bima.
Ia juga berjanji menjembatani kebutuhan daerah dengan kementerian teknis. “Koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Pendidikan, dan PUPR akan terus dilakukan. Harapannya, kebutuhan pembangunan di daerah tetap berjalan baik,” tambahnya. (RE/DIAS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















