PELANTIKAN Andriani Kasim sebagai Lurah Tanjung Laut, Selasa (21/4/2026) menandai babak baru kepemimpinan di tingkat kelurahan di Kota Bontang. Di tangan birokrat berpengalaman ini, pelayanan publik dan pembenahan lingkungan menjadi dua fokus utama yang langsung digenjot sejak hari pertama bertugas.
Perempuan kelahiran Bontang, 23 November 1979, itu bukan wajah baru dalam pemerintahan. Kariernya ditempa dari berbagai posisi strategis yang memberinya pemahaman menyeluruh tentang tata kelola pelayanan publik, mulai dari administrasi, pemberdayaan masyarakat, hingga pengelolaan keuangan daerah.
Jejak pendidikannya menunjukkan konsistensi sejak awal. Andriani mengawali pendidikan di SD Inpres Bumbu, Mamuju, kemudian melanjutkan ke SMP Regomasi dan SMAN 1 Bontang. Ia menamatkan pendidikan Diploma III di Politeknik Samarinda pada 2001, sebelum memperdalam pengalaman melalui praktik langsung di lapangan birokrasi.
Bagi Andriani, ukuran keberhasilan pemerintahan di tingkat kelurahan tidak rumit: masyarakat merasa dilayani dengan baik. Karena itu, ia mendorong sistem pelayanan yang tidak berbelit, berbasis data, serta responsif terhadap kebutuhan warga.
“Pelayanan harus cepat dan tepat sasaran. Pemerintahan juga harus akuntabel,” ujarnya.
Namun, fokusnya tidak berhenti pada pelayanan administratif. Ia juga menekankan pentingnya pembangunan yang melibatkan masyarakat sebagai subjek utama. Pemberdayaan ekonomi lokal, penguatan partisipasi warga, hingga menjaga ketertiban lingkungan menjadi bagian dari pendekatan yang ia bangun.
Isu kebersihan menjadi perhatian khusus. Persoalan sampah yang kerap muncul di kawasan perkotaan kini ditempatkan sebagai prioritas. Andriani menyiapkan langkah konkret, mulai dari menghidupkan kembali kerja bakti, memperkuat peran bank sampah, memastikan jadwal pengangkutan berjalan disiplin, hingga edukasi pengelolaan sampah dari rumah tangga.
“Perubahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perlu keterlibatan aktif masyarakat dan lembaga kemasyarakatan kelurahan,” katanya.
Dalam menjalankan programnya, Andriani mengedepankan kolaborasi lintas sektor, baik dengan organisasi perangkat daerah maupun komunitas warga. Setiap kebijakan akan dimonitor dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan dampaknya nyata di lapangan.
Kembali memimpin di wilayah asalnya menjadi bagian dari perjalanan personal Andriani. Ia memiliki kedekatan emosional dengan Tanjung Laut, tempat ia tumbuh dan mengenal kehidupan masyarakat sejak kecil. Pengalaman tersebut menjadi landasan dalam membangun pendekatan kepemimpinan yang lebih membumi.
“Saya besar dan lahir di Tanjung Laut. Saya ingin membangun kampung saya ini. Kakek saya, Habibon. Dia Kepala Desa pertama dulu,” kenangnya.
Dengan kombinasi pengalaman birokrasi, kedekatan sosial, dan fokus pada pelayanan serta lingkungan, Andriani Kasim membawa harapan baru bagi Tanjung Laut—menuju kelurahan yang tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga nyaman dan berdaya bagi warganya. [FR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















