MENINGKATNYA kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Balikpapan mendorong pemerintah setempat memperkuat strategi pencegahan dengan melibatkan media massa. Upaya ini diwujudkan melalui sosialisasi kerja sama lintas sektor yang digelar di Aula Kelurahan Telaga Sari, Kecamatan Balikpapan Kota, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Balikpapan.
Puluhan wartawan hadir untuk memperkuat peran media dalam komunikasi, informasi, dan edukasi terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak (KTPA).
Pelaksana Tugas Kepala DP3AKB Balikpapan, Nursyamsiarni Djufril Larose, mengatakan tren kasus kekerasan menunjukkan kecenderungan meningkat, dengan korban mayoritas perempuan dan anak, terutama anak perempuan. Ia menilai, peran media menjadi kunci dalam membangun kesadaran publik.
“Peran media sangat penting dalam membentuk pemahaman dan persepsi masyarakat terkait pencegahan kekerasan,” ujar Nursyamsiarni.
Menurut dia, kegiatan ini juga didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Pemerintah daerah, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan berbagai pihak, termasuk media.
Sejumlah langkah penguatan layanan juga telah dilakukan, antara lain forum perangkat daerah, konsultasi publik terkait Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), serta Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Balikpapan untuk evaluasi kinerja tahun 2025.
Sementara itu, narasumber dalam kegiatan tersebut menghadirkan Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kaltim Musliadi Mustafa dan wartawan senior PWI Balikpapan Herry Trunajaya, yang menyoroti pentingnya pemberitaan yang edukatif dan berperspektif perlindungan korban.
Sekretaris PWI Kota Balikpapan, Muhammad Maulana, mengapresiasi kolaborasi ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat peran media. Ia menilai sinergi antara pemerintah dan insan pers menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka kekerasan.
“Sinergi ini diharapkan terus berlanjut untuk mendukung Balikpapan sebagai Kota Layak Anak,” ujarnya.
Sebagai informasi, Balikpapan meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama pada 2025 dengan skor 891. Pemerintah kota menargetkan peningkatan ke kategori Paripurna pada 2026 melalui penguatan pemenuhan hak anak, penyediaan Ruang Bermain Ramah Anak, serta peningkatan aspek keamanan.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat guna menekan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Balikpapan. [SR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















