BALIKPAPAN, Pranala.co – Isu dugaan percobaan penculikan anak kembali mencuat dan menjadi perhatian serius di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Pemerintah Kota pun mendorong penguatan peran keluarga dan lingkungan terdekat, terutama Rukun Tetangga (RT), sebagai langkah preventif melindungi anak.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa berbagai program perlindungan anak yang telah disiapkan pemerintah tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan pengawasan dari keluarga dan lingkungan sekitar.
“Yang lebih dekat dan lebih bertanggung jawab adalah orang tua, dibantu oleh lingkungan, termasuk RT,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Rahmad menekankan, perlindungan anak harus dimulai dari rumah. Orang tua memiliki peran utama dalam membentuk pemahaman anak mengenai perilaku yang baik dan yang harus dihindari.
“Sekolah yang paling utama itu adalah di rumah,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan nilai-nilai dasar di lingkungan keluarga menjadi fondasi penting dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.
Selain keluarga, RT dinilai memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan di lingkungan masyarakat. RT diharapkan mampu berperan aktif dalam memberikan edukasi serta membangun kesadaran kolektif terkait keamanan anak.
Pemerintah Kota Balikpapan bahkan telah meningkatkan dukungan operasional bagi RT dari Rp500 ribu menjadi Rp1,5 juta per bulan guna memperkuat fungsi sosial dan pengawasan lingkungan.
Namun, Rahmad menegaskan bantuan tersebut akan dievaluasi jika tidak dimanfaatkan secara optimal.
“Kalau RT tidak menjalankan fungsi dan tugasnya, besar kemungkinan dana operasional itu akan dicabut kembali,” ujarnya.
Terkait isu dugaan percobaan penculikan anak, Rahmad mengakui potensi kejahatan tidak dapat sepenuhnya dihilangkan. Namun, upaya pencegahan melalui edukasi dinilai sebagai langkah paling efektif untuk menekan risiko.
“Masalah seperti ini tidak mungkin hilang, tetapi bagaimana ikhtiar kita untuk mengurangi dan mencegah, salah satunya melalui edukasi berkelanjutan,” jelasnya.
Di sisi lain, Rahmad juga menyoroti pengaruh perkembangan teknologi digital terhadap pola asuh anak. Ia mengingatkan agar penggunaan media digital tetap diawasi oleh orang tua.
“Media digital itu penting, tetapi harus disikapi dengan bijak. Anak-anak perlu didampingi dan dibatasi penggunaannya,” tambahnya. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















