JARAK puluhan kilometer selama ini menjadi penghalang bagi lulusan SMP di pedalaman Kabupaten Berau untuk melanjutkan pendidikan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini menyiapkan solusi dengan membangun dua SMA Negeri baru di Kecamatan Segah dan Tabalar.
Dua sekolah yang direncanakan, yakni SMAN 16 Berau dan SMAN 17 Berau, diproyeksikan menjangkau wilayah yang selama ini minim akses pendidikan menengah. Banyak siswa di kawasan tersebut harus menempuh perjalanan jauh—bahkan berpindah tempat tinggal—demi bisa bersekolah.
Pelaksana Tugas Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VI Berau, Ahmadong, mengatakan kebutuhan sekolah baru muncul dari tingginya jumlah lulusan SMP di sekitar lokasi, yang belum tertampung oleh sekolah yang ada.
Pada tahap awal, pembangunan difokuskan pada dua ruang kelas dengan kapasitas total 72 siswa. Fasilitas dasar seperti ruang kepala sekolah dan tata usaha juga disiapkan untuk mendukung operasional awal.
“Kami melihat potensi lulusan di sekitar. Untuk tahap awal, kami maksimalkan satu lokal dulu sambil melihat perkembangan ke depan,” kata Ahmadong menukil dari laman Pemprov Kaltim, Senin (27/4/2026).
Proses verifikasi dan validasi lapangan telah dilakukan oleh tim dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Namun, percepatan pembangunan sangat bergantung pada kejelasan status lahan di dua lokasi tersebut.
Jika legalitas lahan rampung, pembangunan ditargetkan bisa dimulai tahun ini. Jika belum, opsi penggunaan anggaran tahun 2027 menjadi alternatif yang disiapkan pemerintah.
Untuk tenaga pengajar, Disdikbud akan mengoptimalkan guru dari SMA terdekat yang masih kekurangan jam mengajar. Sementara posisi kepala sekolah akan diisi pelaksana tugas hingga sistem berjalan stabil.
Kehadiran dua SMA ini diharapkan bukan sekadar menambah sekolah baru, tetapi juga mengurangi risiko putus sekolah akibat faktor jarak dan biaya. Selama ini, akses pendidikan menjadi salah satu tantangan utama di wilayah pedalaman Berau.
Rencana ini menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan pendidikan di Kaltim, dengan harapan siswa di wilayah terpencil memiliki peluang yang sama untuk melanjutkan sekolah tanpa harus meninggalkan daerahnya. [RE]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















