KETERGANTUNGAN warga Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) terhadap elpiji tabung kian mendekati akhir. Hingga pekan ke-22 tahun 2026, pemasangan jaringan gas rumah tangga (Jargas) di kota ini telah mencapai 85,609 persen dari target 10.533 sambungan rumah.
Artinya, ribuan rumah sudah mulai beralih ke gas pipa yang mengalir langsung ke dapur. Tanpa antre, tanpa khawatir stok habis. Tinggal satu titik yang menjadi penentu: Kelurahan Bontang Lestari.
Kepala Bagian Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) Setda Bontang, Arif Rohman, memastikan pekerjaan masih dikebut. “Progres sampai minggu ke-22 sudah 85,609 persen. Kami targetkan segera mencapai 100 persen,” ujar Arif kepada Pranala.co, Senin (27/4/2026).
Saat ini, jaringan pipa induk sudah menjangkau 14 dari 15 kelurahan. Bontang Lestari menjadi satu-satunya wilayah yang belum sepenuhnya terlayani, dengan kebutuhan sekira 944 sambungan rumah.
Jika rampung, perubahan yang terjadi bukan sekadar teknis. Pola konsumsi energi rumah tangga ikut bergeser. Warga tidak lagi bergantung pada distribusi tabung elpiji yang kerap naik-turun pasokan dan harga. Gas mengalir stabil dari jaringan pipa, langsung ke rumah.
Bontang memang punya modal kuat. Kota ini dikenal sebagai salah satu penghasil gas alam terbesar di Indonesia. Namun, pemanfaatannya untuk kebutuhan rumah tangga baru digenjot serius dalam satu dekade terakhir.
Program Jargas di Bontang dimulai sejak 2011 melalui APBN. Jumlah sambungan terus bertambah—dari 3.504 sambungan awal, lalu 1.381 pada 2014, 800 pada 2017, hingga melonjak 5.005 sambungan pada 2018. Hingga kini, total 18.436 sambungan telah terbangun.
Dorongan terbaru datang pada September 2025, saat Pemkot Bontang meneken kesepahaman dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas). Dari sana, Bontang mendapat alokasi 10.553 sambungan baru.
Tambahan kembali diperoleh pada 31 Maret 2026 sebanyak 2.000 sambungan. Namun, realisasinya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
“Masih menunggu arahan dari tim PPK Kementerian ESDM,” kata Arif. [FR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















