PEREBUTAN kursi kepala dinas di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memasuki babak penentuan. Sebanyak 12 kandidat tersaring sebagai tiga besar untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini lowong, menandai akhir proses seleksi terbuka JPT Pratama yang diumumkan di Sangatta, 27 April 2026.
Di balik daftar nama tersebut, ada empat sektor kunci yang kini menunggu kepastian pimpinan: ketenagakerjaan, pariwisata, investasi dan perizinan, serta koperasi dan UMKM. Keempatnya bersinggungan langsung dengan denyut ekonomi daerah—mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga masuknya investasi.
Ketua Panitia Seleksi yang juga Sekretaris Kabupaten Kutim, Rizali Hadi, memastikan penetapan tiga kandidat terbaik dilakukan melalui penilaian menyeluruh. Seluruh tahapan seleksi—mulai dari administrasi, uji kompetensi, hingga rekam jejak—dikombinasikan dengan rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Namun, daftar tiga besar yang diumumkan belum menentukan siapa yang unggul. Panitia menegaskan, penyusunan nama dilakukan secara alfabetis, bukan berdasarkan peringkat nilai. Artinya, peluang ketiga kandidat di setiap posisi masih terbuka sama hingga keputusan akhir diambil.
Untuk posisi Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, tiga nama yang bersaing adalah Irma Yuwinda, Piter Buyang, dan Sulisman. Sementara di Dinas Pariwisata, kandidat yang masuk tahap akhir ialah Akhmad Rifanie, Islamuddin Rusmin Reka, dan Mahriadi.

Persaingan juga terjadi di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dengan kandidat Bony Briks, Muhammad Yani, dan Novian Prananta. Adapun di Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, tiga nama yang tersisa adalah Firman Wahyudi, Marhadyn, dan Nurrahmi Asmalia.
Panitia menyatakan proses seleksi telah mengantongi legitimasi dari pemerintah pusat melalui surat rekomendasi BKN tertanggal 22 April 2026. Dokumen resmi juga menegaskan keputusan panitia bersifat final pada tahap seleksi, sekaligus menutup ruang sanggah terhadap hasil tersebut.
Bola kini berada di tangan Bupati Kutim sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian. Dari masing-masing tiga kandidat, satu nama akan dipilih dan dilantik. Siapa pun yang terpilih, keputusan itu akan menentukan arah pengelolaan sektor tenaga kerja, investasi, pariwisata, hingga UMKM—empat pilar yang menopang laju ekonomi Kutim ke depan. [RED]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















