PEMBANGUNAN bendungan di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim)dinilai sudah berjalan baik, tetapi pemanfaatannya belum optimal. Temuan itu mengemuka saat Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Gubernur Kaltim TA 2025 melakukan uji petik di Bendungan Kanaan, Bendung Sungai Bontang, dan SMKN 2 Bontang, Senin (27/4/2026).
Wakil Ketua Pansus LKPJ, Agus Aras, memimpin langsung peninjauan bersama anggota pansus lainnya. Di lapangan, mereka memeriksa kesesuaian antara laporan kinerja pemerintah provinsi dengan kondisi fisik proyek yang telah dibangun.
Hasilnya, infrastruktur air yang dikerjakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas PUPR dinilai telah terealisasi dengan baik. Namun, Agus mengingatkan pekerjaan belum selesai pada tahap pembangunan.
“Tantangan berikutnya memastikan fasilitas tersebut benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh Pemkot Bontang,” kata dia dalam keterangan resminya, Senin (27/4/2026).
Catatan itu muncul di tengah kebutuhan air bersih yang terus meningkat. Bendung Sungai Bontang, misalnya, selama ini diharapkan menjadi salah satu penopang pasokan air baku bagi masyarakat.
Pihak pengelola bendung menyebut infrastruktur tersebut telah lama dinantikan dan kini mulai dirasakan manfaatnya, meski masih memerlukan penguatan struktur untuk menjaga keberlanjutan fungsi.
Uji petik tidak hanya menyasar sektor infrastruktur. Pansus juga meninjau SMKN 2 Bontang untuk melihat kondisi fasilitas pendidikan kejuruan. Anggota pansus, Syahariah Mas’ud, menilai sarana yang ada sudah cukup mendukung kegiatan belajar.

Namun, kebutuhan ruang belajar tambahan dan penataan lingkungan sekolah masih menjadi pekerjaan rumah. Hal ini dinilai penting agar proses pembelajaran vokasi bisa berjalan optimal, seiring tuntutan dunia kerja yang semakin spesifik terhadap kompetensi lulusan.
Temuan di dua sektor ini memperlihatkan pola yang sama: pembangunan fisik relatif berjalan, tetapi aspek pemanfaatan dan penguatan masih perlu perhatian. Tanpa itu, investasi anggaran berisiko tidak memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.
Pihaknya menegaskan, evaluasi lapangan ini menjadi dasar untuk mendorong perbaikan ke depan.
“Fokusnya kami tidak lagi hanya penyelesaian proyek, tetapi memastikan setiap infrastruktur dan fasilitas publik benar-benar berfungsi dan memberi manfaat nyata,” tegas dia. [ADS/DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















