Pranala.co, BALIKPAPAN — Kepala Polda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan pentingnya perubahan cara berpikir dan bertindak bagi setiap personel kepolisian yang bertugas di lapangan. Melalui peluncuran Program Perwira Samapta (PAMAPTA) 2025, ia menyampaikan enam penekanan penting yang menjadi pedoman bagi jajaran Polri di Kaltim.
Menurut Endar, kehadiran PAMAPTA merupakan langkah strategis Polda Kaltim dalam memperkuat reformasi pelayanan publik yang cepat, profesional, dan humanis. Ia menilai, personel Pamapta harus menjadi cerminan wajah kepolisian yang dekat dengan masyarakat.
“Sebelum mengawali tugas mulia ini, ada enam hal yang harus dipegang teguh sebagai bekal dalam bertugas di lapangan,” ujar Endar di hadapan personel di halaman Polresta Balikpapan, Kamis (23/10/2025).
Pertama, Endar, menekankan agar seluruh personel senantiasa berpedoman pada buku panduan tugas PAMAPTA serta hasil pelatihan yang telah dilaksanakan. Panduan itu menjadi dasar agar setiap langkah di lapangan berjalan sesuai prosedur dan nilai-nilai profesionalisme.
Kedua, Pamapta diminta memberikan respons pelayanan kepolisian yang lebih cepat dan lebih baik. Polisi, kata Endar, harus proaktif mencari solusi dari setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, bukan sekadar menunggu laporan.
Ketiga, ia menyoroti pentingnya kemampuan komunikasi yang baik. Polisi harus bisa membangun interaksi positif dengan masyarakat, menciptakan suasana pelayanan yang humanis, dan menjadi bagian dari solusi, bukan sumber ketegangan.
Keempat, lanjut Endar, setiap anggota PAMAPTA perlu menunjukkan empati dan kepedulian yang tinggi. Polisi, kata dia, bukan hanya penerima laporan, tetapi juga pembimbing dan penolong pertama yang bisa memberikan solusi maupun konsultasi atas masalah warga.
Kelima, penampilan dan sikap juga menjadi perhatian. Sebagai etalase pelayanan kepolisian di garis terdepan, PAMAPTA harus tampil rapi, bersikap ramah, dan beretika. “Sikap dan tampilan kalian mencerminkan wajah Polri secara keseluruhan,” tegasnya.
Dan keenam, Endar mengingatkan pentingnya melaksanakan tugas dengan sepenuh hati. Ia menegaskan, kekuatan Polri bukan pada senjata atau pentungan, tetapi pada kepercayaan masyarakat. Karena itu, setiap personel wajib menjaga amanah dan melayani dengan ketulusan.
“Jangan hanya menggugurkan tanggung jawab. Pedomanilah bahwa kekuatan kita ada pada kepercayaan masyarakat. Itu yang harus terus kita tingkatkan,” tegas Endar.
Endar menambahkan, peluncuran PAMAPTA diharapkan mampu menghadirkan Polri yang benar-benar dirasakan kehadirannya oleh masyarakat, terutama dalam menjaga rasa aman dan ketertiban di lingkungan sekitar.
Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran Polres dan Polresta se-Kaltim untuk mendukung sepenuhnya pelaksanaan program ini, melakukan pengawasan ketat, serta rutin mengevaluasi kinerja PAMAPTA di wilayah masing-masing.
“Kami ingin seluruh jajaran konsisten menjaga mutu pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran PAMAPTA adalah langkah strategis agar Polri terus memberi yang terbaik,” ujarnya.
Endar, menegaskan komitmen institusinya untuk melayani dengan tulus. Namun, ia juga membuka ruang kritik dan masukan publik agar Polri terus berbenah.
“Kami siap menerima masukan dan kritik konstruktif sebagai bekal untuk bertransformasi selaras dengan harapan masyarakat Kaltim,” pungkasnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















