Pranala.co, PANGKEP — Sejumlah dokumen penting milik Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan alias Disdik Pangkep dilaporkan hilang dari gudang penyimpanan. Peristiwa itu terjadi Senin, 6 Oktober 2025, dan kini tengah diselidiki.
Arsip yang raib bukan sembarang berkas. Dokumen-dokumen tersebut disebut berisi data vital 2023 hingga 2024 yang berkaitan langsung dengan kegiatan operasional serta pertanggungjawaban keuangan dinas.
Kasus ini pertama kali diketahui salah satu staf yang hendak mengambil arsip di gudang penyimpanan. Saat itu, ia mendapati beberapa karung berisi dokumen tidak lagi berada di tempat semula.
“Beberapa karung arsip yang biasanya tersusun rapi sudah tidak ada. Kami langsung melakukan pengecekan internal,” ungkap salah satu pegawai Disdik yang enggan disebut namanya.
Kepala Dinas Pendidikan Pangkep, Sabrun, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut sudah memerintahkan jajarannya untuk menindaklanjuti dengan laporan resmi ke pihak berwenang.
“Benar, ada beberapa karung arsip yang dilaporkan hilang. Kami sudah meminta kasubag kepegawaian untuk membuat laporan agar segera dilakukan penyelidikan,” kata Sabrun saat dikonfirmasi, Jumat (10/10/2025).
Namun, Sabrun belum dapat memastikan jumlah pasti dokumen yang hilang. Ia juga belum bisa mengungkap isi detail dari berkas-berkas tersebut.
“Kami masih melakukan pendataan. Prinsipnya, kami ingin masalah ini ditangani secara profesional dan terbuka agar cepat terungkap,” ujarnya.
Ia memastikan, Dinas Pendidikan akan memperketat sistem keamanan di gudang arsip dan memperbaiki tata kelola penyimpanan dokumen.
“Kami akan pastikan sistem penyimpanan diperbaiki agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegas Sabrun.
Hilangnya arsip vital tersebut menimbulkan keprihatinan sejumlah pemerhati pendidikan di Pangkep. Mereka menilai, insiden ini menunjukkan lemahnya sistem pengamanan dan manajemen administrasi di lingkungan pemerintah daerah.
“Kalau dokumen keuangan bisa hilang begitu saja, itu tanda ada yang perlu dibenahi secara serius,” kata salah satu aktivis pendidikan setempat.
Hingga Jumat malam, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait perkembangan laporan kehilangan itu. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami










