Pranala.co, SANGATTA – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kutai Timur (Kutim) berlangsung penuh semangat. Pemerintah Kabupaten Kutim mengajak warga melakukan aksi bersih-bersih sampah di kawasan Folder Ilham Maulana, Kecamatan Sangatta Utara, Kamis (5/6).
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, langsung turun tangan. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya urusan pemerintah, tapi tanggung jawab bersama.
“Masalah sampah tidak bisa selesai sendiri. Ini tugas kita semua. Untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman,” tegas Ardiansyah.
Ia berharap, kepedulian masyarakat terhadap lingkungan tidak hanya muncul saat peringatan tertentu. Tapi menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Ardiansyah juga mendorong gerakan “Jum’at Bersih” yang dimulai dari tingkat Rukun Tetangga (RT). Ia ingin budaya gotong royong dan hidup sehat kembali tumbuh di masyarakat.
“Ayo kita mulai dari rumah. Dari RT. Biar hidup bersih dan sehat itu jadi kebiasaan,” ujarnya.
Bupati Kutim mengaku bangga karena dalam kegiatan bersih-bersih kali ini, mayoritas pesertanya adalah generasi muda.
Menurutnya, ini pertanda baik. Kesadaran anak muda soal kebersihan lingkungan sangat penting untuk masa depan.
“Ini pondasi untuk mencetak generasi penerus yang hebat di tahun 2045,” katanya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, Dewi, menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Menurutnya, partisipasi aktif warga adalah kunci dalam menjaga Kutai Timur bebas dari polusi plastik dan sampah liar.
“Kami percaya, krisis sampah bisa diatasi kalau semua ikut bergerak,” ujar Dewi.
Ia mengajak warga untuk memulai dari hal sederhana. Seperti tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Ini soal warisan untuk anak cucu kita nanti,” tutup Ardiansyah. [HAF]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















Comments 1