Bontang Ramai Lagi, Kapolres: Kalau Ngeyel Kita Bubar Paksa

Kondisi Jalan A Yani Bontang Baru yang ramai hilir mudik kendaraan. Foto ini diambil Ahad (5/4) pukul 20.17 Wita. Padahal, dua hari lalu kondisinya masih sepi.

WAKTU sudah menunjukan pukul 20.22 Wita. Lalu lalang kendaraan kian ramai menembus malam di Kota Bontang. Kondisi ini berbeda sejak sepekan lalu, sepi. Hanya 1 sampai 10 kendaraan melintas tiap 20 menit.

Jalan A Yani, Kota Bontang misalnya. Sejak pukul 20.00 Wita, Senin (6/4) kendaraan masih hilir mudik. Roda dua dan empat sibuk melintas. Fenomena ini mulai tampak sejak dua hari. Sejak diumumkannya pasien positif covid-19 sudah sembuh. Bontang nihil Corona, Sabtu (4/4) lalu.

Tak hanya itu. Warung kopi, kafe juga terlihat buka. Biasanya sistem bungkus alias take away. Malam ini sudah terlihat ada 20-an orang nongkrong bersenda gurau. Padahal, Bontang berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) belum dicabut.

Dikonfirmasi, Kapolres Bontang, AKBP Boyke Karel Wattimena. Polres tak segan menindak tegas warga yang masih nekat berkumpul di keramaian. Apalagi, kongkow di kafe. Padahal, imbauan pemerintah untuk jaga jarak. Masyarakat jug diminta tidak mengadakan kegiatan sosial yang melibatkan banyak orang atau massa dalam jumlah besar, baik di tempat umum mau pun lingkungan sendiri.

“Ini kan maklumat Polri. Kita akan tindak tegas. Teman-teman mulai patroli lagi,” tegasnya, Senin (6/4).

Kegiatan yang dimaksud, lanjut Boyke dapat berupa pertemuan sosial, budaya dan keagamaan seperti seminar, lokakarya, sarasehan, konser musik pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran dan resepsionis keluarga, olahraga, kesenian dan jasa hiburan.

Dia pun tak segan menindak secara hukum kepada masyarakat yang masih ‘ngeyel’ berkumpul dan tak kunjung membubarkan diri ketika sudah diperingatkan. Pembubaran secara tegas yang polisi lakukan berlandaskan Pasal 212 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Pasal 214 KUHP, Pasal 126 ayat (1) KUHP, dan Pasal 128 KUHP.

BACA JUGA: UPDATE: ODP Bertambah 4 Orang, Wali Kota Bontang Minta Jangan Mudik Dulu

“Tapi ingat bahasa persuasif humanis tetap kami ke depankan dahulu. Dengan konsekuensi apapun kami tetap maksimal. Tugas kami selaku pelindung, dan pengayom masyarakat guna terpeliharanya kamtibmas,” ujar Boyke. (ma)

More Stories
‘Warisan Maut’ PT Indominco Pascatambang di Kaltim