Pranala.co, BONTANG – Antusiasme warga memadati halaman Kelurahan Bontang Baru, Kamis (6/11/2025) pagi. Ratusan warga rela antre sejak matahari baru naik demi mendapatkan paket sembako murah dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar pemerintah kelurahan bersama Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang.
Sebanyak 300 paket sembako disediakan. Semuanya ludes hanya dalam waktu beberapa jam.
Lurah Bontang Baru, Bagus Susanto, mengatakan program ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, terutama di tengah harga bahan pokok yang sering berfluktuasi.
“Ini kali ketiga kami menggelar Gerakan Pangan Murah. Tujuannya membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga bersahabat, sekaligus menjaga stabilitas harga di lapangan,” ujarnya.
Setiap paket berisi beras medium 5 kilogram seharga Rp65.000, gula 1 kilogram Rp18.000, minyak goreng 1 liter Rp18.000, sarden kaleng 450 gram Rp20.000, susu kaleng Rp10.000, tepung setengah kilogram Rp5.000, garam Rp2.000, dan mi instan 5 bungkus Rp8.000. Selain itu, warga juga bisa membeli beras SPHP seharga Rp60.000 per 5 kilogram.
Bagus menjelaskan, harga paket lengkap semula Rp150.000. Namun karena stok minyak goreng sempat kosong, sebagian bahan dijual eceran agar warga tetap bisa membeli sesuai kebutuhan.
“Kami ingin semua bisa kebagian. Jadi yang tidak mau beli paket lengkap, tetap bisa membeli bahan pokok secara satuan,” jelasnya.
Warga pun menyambut gembira kegiatan tersebut. Banyak di antara mereka yang datang membawa tas besar untuk menampung bahan belanjaan.
“Alhamdulillah, lumayan menghemat. Apalagi menjelang akhir tahun biasanya harga naik,” ujar seorang warga yang ikut antre.
Menurut Bagus, kegiatan ini bukan hanya membantu warga yang membutuhkan, tetapi juga berperan menjaga perputaran harga pangan di pasar agar tetap stabil.
“Kami berharap Gerakan Pangan Murah seperti ini terus berlanjut. Pemerintah ingin masyarakat tidak hanya terbantu secara ekonomi, tapi juga semakin sadar pentingnya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan,” pungkasnya.
Dengan dukungan penuh dari DKP3, pemerintah kelurahan berkomitmen menjadikan Gerakan Pangan Murah sebagai program rutin—khususnya menjelang hari besar atau saat harga bahan pokok cenderung naik. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















