Bertambah 518 Orang di Kaltim Terkonfirmasi Positif, Kutim Tertinggi

Ilustrasi tenaga medis.

PERKEMBANGAN kasus Covid-19 di Kalimantan Timur [Kaltim] terus didominasi peningkatan kasus aktif. Terdapat tambahan sebanyak 518 orang terkonfirmasi positif di provinsi ini pada Kamis (18/2).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dr Padilah Munte Runa, Kamis mengatakan, penambahan kasus aktif tertinggi terjadi di wilayah Kabupaten Kutai Timur dengan jumlah 153 kasus.

Tambahan kasus aktif lainnya yakni Balikpapan 117 kasus, Berau 23 kasus, Kutai Barat 2 kasus, Kutai Kartanegara 66 kasus, Mahakam Ulu 7 kasus, Paser 17 kasus,,Penajam Paser Utara 16 kasus,,Bontang 26 kasus dan Samarinda 87 kasus.

“Tambahan kasus aktif tersebut menjadikan jumlah keseluruhan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim sebanyak 50.826 kasus,” kata dr Padilah dalam keterangan resmi di Samarinda.

Ia menyebutkan untuk kasus kesembuhan juga mengalami penambahan sebanyak 492 kasus dan menjadikan jumlah total kasus sembuh sebanyak 41.358 kasus.

Tambahan kasus sembuh tersebut terjadi di Berau 57 kasus, Kutai Barat 81 kasus, Kutai Timur 6 kasus, Mahakam Ulu 22 kasus, Paser 35 kasus, Penajam Paser Utara 11 kasus, Balikpapan 120 kasus, Bontang 153 kasus dan Samarinda 7 kasus.

Ia menambahkan untuk kasus kematian juga mengalami penambahan sebanyak 11 kasus dengan rincian Kutai Barat 1 kasus, Penajam Paser Utara 1 kasus, Balikpapan 5 kasus dan Bontang 4 kasus.

“Jumlah keseluruhan kasus Covid-19 meninggal dunia sebanyak 1.201 kasus,” katanya.

Menurut Padilah saat ini pasien Covid-19 yang masih dalam tahap isolasi di Rumah Sakit sebanyak 8.267 orang.

Sementara itu, perkembangan kasus Covid-19 khusus wilayah Kaltim peringkat pertama masih ditempati Kota Balikpapan dengan jumlah 12.139 kasus.

Disusul Samarinda 9.933 kasus, Kutai Kartanegara 9.095 kasus, Kutai Timur 6.428 kasus dan Bontang 4.585 kasus.

Lima kabupaten lainnya yakni Berau 3.096 kasus, Paser 2.484 kasus, Kutai Barat 1.949 kasus, Panajam Paser Utara 817 kasus dan Mahakam Ulu 300 kasus.

 

 

 

[JN]

More Stories
Presiden Jokowi Hapus Limbah Batu Bara dari Kategori Bahan Beracun