Bontang, PRANALA.CO – Langit Bontang kembali sedikit lega. Lima baliho yang sudah kedaluwarsa diturunkan dari tiangnya. Yang lusuh diturunkan. Yang koyak dilipat. Yang izinnya habis, disingkirkan.
Penertiban ini bukan sekadar soal papan iklan. Bukan juga hanya soal estetika kota. Bagi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, ini soal ketertiban. Soal keselamatan.
Jumat (2/5/2025) lalu, Idrus — Penata Perizinan Ahli Muda DPMPTSP Bontang— memimpin langsung tim gabungan untuk bergerak. Mereka memulai dari kawasan Tugu Selamat Datang, lalu merayap hingga Simpang Tiga Jalan Tembus. Lima baliho yang masa izinnya sudah habis, satu per satu, diturunkan.
“Bukan cuma izinnya yang mati. Ada juga yang rusak, lapuk, dan berpotensi membahayakan. Apalagi sekarang musim hujan, angin sering kencang,” kata Idrus, Senin (5/5/2025).
Dalam bahasa yang sederhana, mereka ingin langit kota ini tidak dipenuhi baliho yang tak jelas juntrungannya. Baliho yang tak lagi dibayar izinnya, atau bahkan yang mulai lepas-lepas talinya.
Selain soal aturan, ada perkara lain yang lebih halus: keindahan kota. DPMPTSP ingin wajah Bontang tetap rapi. Mereka mendorong pelaku usaha agar tertib mengurus masa berlaku izin reklame.
Pemerintah tak main-main. Kalau ada yang masih bandel — baliho dipasang tapi izinnya mati — penertiban lanjutan akan dilakukan. Minggu depan, tim akan kembali turun ke titik-titik lain yang sudah masuk dalam daftar pantauan.
“Ini bagian dari komitmen kami menciptakan kota yang tertib, aman, dan nyaman untuk semua,” tegas Idrus. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















Comments 1