Badai Pandemi, 30 Ribu Warga Kaltim Menganggur

Ilustasi pekerja proyek

PRANALA.CO, Samarinda – Pandemi Covid-19 memberikan dampak besar bagi pekerja di Kalimantan Timur. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim tercatat ada 14,8 persen dari total 2.780.000 penduduk usia kerja Kaltim, yang kini terkena dampak akibat pandemi global saat ini. Tepatnya sebanyak 411.377 penduduk usia kerja yang terkena imbas langsung.

Kepala BPS Kaltim, Anggoro Dwitjahyono mengatakan dampak paling dominan yang harus dirasakan adalah pengurangan jam kerja yang mencapai 83 persen dari total pekerja yang terdampak Covid-19. Sementara 7,5 persen di antaranya atau sebanyak 30.985 orang saat ini sudah menjadi pengangguran akibat kehilangan pekerjaan.

“Pengangguran karena Covid-19 adalah penduduk usia kerja yang berhenti bekerja pada periode Februari hingga Agustus 2020,” ucapnya pada awak media, Sabtu (14/11) lalu.

Berdasarkan data yang dihimpun BPS Kaltim, wilayah perkotaan merasakan dampak yang lebih tinggi, dengan presentase masing-masing 16,18 persen dan 12,04 persen.

Angka-angka tersebut membuat akhirnya Kaltim berada pada 10 besar tingkat nasional dalam hal Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk Agustus 2020. Bila dibandingkan Agustus 2019, TPT Kaltim tahun ini mengalami peningkatan 0,93 persen, sehingga saat ini TPT Kaltim mencapai 6,87 persen.

“Kalau data nasional, Kaltim ada di posisi 10 besar. TPT tertinggi terjadi di DKI Jakarta, dan yang paling rendah di Sulawesi Barat,” ungkapnya.

Sementara bila melihat dari kategori pendidikan, pekerja lulusan SMA/SMK menyumbang jumlah pekerja paling banyak. Hal ini berbanding lurus dengan TPT pada jenjang SMA/SMK yang juga mendominasi angka pengangguran di Kaltim.

“Untuk jenjang SD menyumbang TPT paling rendah, yakni pada angka 3,30 persen,” tutupnya.

 

 

[Siberindo]

More Stories
Strategi Neni Meramu Produta di Tengah ‘Tsunami’ Anggaran