Pranala.co, BONTANG – Antrean pasien kembali mengular di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang. Pemandangan ini hampir terjadi setiap hari. Tingginya kunjungan peserta BPJS membuat ruang rawat inap penuh sejak pagi hingga malam.
Tak sedikit pasien yang harus menunggu hingga enam jam sebelum mendapatkan tempat tidur. Situasi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bontang.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memastikan langkah cepat sudah disiapkan. Dua proyek besar akan segera berjalan: pembangunan Gedung C RSUD Taman Husada dan pembangunan Rumah Sakit Taman Sehat.
“Ini langkah untuk mengurai kepadatan. Anggarannya sudah kami siapkan di APBD Murni 2026. Dengan tambahan gedung dan rumah sakit baru, kapasitas tempat tidur meningkat sehingga pelayanan bisa naik kelas,” ujar Neni, Rabu (3/12/2025).
Neni menjelaskan, seluruh pembangunan mengacu pada aturan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Aturan ini membatasi maksimal empat tempat tidur dalam satu kamar. Tujuannya jelas: meningkatkan kenyamanan dan standar layanan pasien.
“Dalam sehari kunjungannya bisa mencapai 1.000 pasien. Dari rawat jalan sampai rawat inap, trennya terus meningkat,” jelasnya.
Karena itu, Neni berharap tambahan fasilitas kesehatan tersebut tidak hanya memecah antrean yang panjang, tetapi juga menjadi loncatan besar dalam kualitas pelayanan kesehatan di Bontang.
Dengan ruang lebih luas, fasilitas lebih lengkap, dan standar kamar lebih manusiawi, masyarakat diharapkan bisa mendapatkan pelayanan lebih cepat, lebih nyaman, dan lebih layak.
“Mohon doa agar pembangunannya berjalan lancar. Kami ingin masyarakat Bontang mendapatkan layanan kesehatan yang layak tanpa harus menunggu lama,” kata Neni.
Pemerintah Kota Bontang menilai pembangunan ini sebagai investasi jangka panjang. Terutama di tengah meningkatnya akses BPJS yang kini menjadi pilihan utama warga untuk berobat. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















