• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juni 28, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Rupa

Inovasi Smart Dryer System jadi Solusi Petani Talas Beneng Samboja

Suriadi Said by Suriadi Said
4 Desember 2025 | 15:22
Reading Time: 2 mins read
0
Inovasi Smart Dryer System jadi Solusi Petani Talas Beneng Samboja
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, KUKAR – Petani talas beneng di Desa Bukit Raya, Kecamatan Samboja, kini punya harapan baru. Selama ini, proses pengeringan daun talas selalu bergantung pada cuaca. Saat musim hujan datang, risiko gagal panen meningkat drastis. Bahkan, sebagian hasil harus dibuang karena tidak layak jual.

Masalah itu akhirnya mendapatkan solusi. Tim dosen dari Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi Kalimantan Timur—Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) dan Politani Samarinda—merancang sebuah alat pengering modern bernama Smart Dryer System. Teknologi ini merupakan hasil riset terapan Program Berdikari yang didukung LPDP dan Kemendikbudristek bidang Saintek.

PILIHAN REDAKSI

Kaltim Kejar Cetak 16 Ribu Hektare Sawah, Bekas Tambang Dihidupkan Kembali Ancaman El Nino Kaltim, Petani Diminta Tampung Air sebelum Agustus Kutim Defisit Beras 35 Ribu Ton, Produksi Lokal Baru 18 Persen Kaltim Bidik 20 Ribu Hektare Sawah Baru Tahun Ini Pupuk Kaltim Salurkan 836 Ribu Ton Pupuk Nonsubsidi, Petani Merasakan Dampaknya Penyerapan Pupuk Subsidi di Penajam Paser Utara Hanya Capai 3.766 Ton

Ancaman El Nino Kaltim, Petani Diminta Tampung Air sebelum Agustus

15 Juni 2026 | 23:43
Kukar jadi Penopang Kaltim di Kejurnas Taekwondo 2026, Sumbang 5 Medali

Kukar jadi Penopang Kaltim di Kejurnas Taekwondo 2026, Sumbang 5 Medali

26 April 2026 | 23:57

Tim peneliti yang diketuai Surahman, PhD itu beranggotakan Said Keliwar, M.Sc; Dr Prapdopo; Ani Fatmawati, M.T; Adnan Putra Pratama, M.Sc; dan Pandhu Rochman Suosa, M.Sc. Mereka merancang Smart Dryer System sebagai alternatif pengering selain panas matahari.

Alat ini bekerja dengan prinsip efek rumah kaca. Panas matahari diperangkap dalam kubah berbahan polycarbonate, sehingga suhu pengeringan lebih tinggi dan stabil. Prosesnya lebih cepat, higienis, serta terlindungi dari debu, hujan, dan serangga.

Teknologi ini juga sudah terintegrasi IoT untuk memantau suhu, kelembaban, dan kadar oksigen secara real time. Bahkan sensor bau dipasang untuk membantu menjaga kualitas daun talas beneng selama proses pengeringan.

Ketua Kelompok Tani Trimas, Edi Suwignyo, menyebut alat tersebut sebagai “jawaban” dari permasalahan yang mereka hadapi selama bertahun-tahun.

“Kalau sudah mendung, kami was-was. Talas beneng bisa gagal kering. Dengan alat ini, kami bisa produksi kapan saja,” ujarnya.

Selama ini petani mengeringkan daun talas dengan cara tradisional—di halaman rumah atau pinggir jalan. Proses ini rawan terkena hujan, debu, dan sinar UV. Akibatnya, 30–50 persen hasil panen tidak memiliki nilai ekonomis. Smart Dryer System mampu menekan potensi kerugian petani hingga 55 persen.

Konstruksi kubah polycarbonate mampu meningkatkan suhu hingga dua kali lipat dari suhu luar. Kipas kecil dipasang untuk menjaga sirkulasi udara dan mempercepat penguapan air. Hasil akhir lebih kering, merata, tidak berjamur, dan lebih cerah warnanya.

Inovasi Smart Dryer System jadi Solusi Petani Talas Beneng Samboja

Soib, salah satu pengurus kelompok tani, merasakan langsung manfaatnya. “Hasilnya merata. Warnanya kuning segar. Tidak ada jamur. Ini beda sekali dengan cara lama,” tuturnya.

Anggota tim, Adnan dan Pandhu, menerangkan bahwa proses pengeringan menggunakan sistem solar dryer dome hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga hari. Tingkat kekeringan dapat mencapai 90–100 persen, sehingga semua bagian daun bisa dimanfaatkan tanpa terbuang.

Metode ini mendukung konsep zero waste dan memperkuat integrasi pertanian di wilayah tersebut.

Saat diseminasi pada Senin (1/12/2025), Wakil Direktur Bidang Humas dan Kerja Sama Polnes, Said Keliwar, menegaskan pentingnya teknologi ini untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

“Teknologi pengering tenaga matahari ini harus dimanfaatkan optimal. Produk berkualitas bisa masuk pasar luar daerah bahkan ekspor,” ucapnya.

Surahman, PhD, menambahkan bahwa polycarbonate punya peran besar dalam menjaga mutu talas beneng. Cahaya UV yang dapat merusak struktur bahan organik tertahan dengan baik oleh lapisan kubah.

“Ketika pintu dome dibuka, aroma talas beneng langsung keluar. Mantap,” ujarnya sambil tersenyum.

Dengan inovasi ini, petani di Samboja tidak hanya mendapatkan alat pengering, tetapi juga peluang meningkatkan kesejahteraan lewat produk berkualitas ekspor.

Program ini diharapkan menjadi model teknologi pascapanen yang bisa diterapkan di berbagai daerah Indonesia. (ADS)

 

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Via: Redaksi
Tags: Kutai KartanegaraPetani
Previous Post

Antrean Pasien Membludak, Bontang bakal Bangun Gedung C dan RS Taman Sehat

Next Post

Pemkab Kutim Petakan Desa Rentan Pangan, 13 Wilayah jadi Prioritas Intervensi

BACA JUGA

Data IQAir 28 Juni 2026: Kualitas Udara Bontang Masuk Kategori Terbaik

Data IQAir 28 Juni 2026: Kualitas Udara Bontang Masuk Kategori Terbaik

28 Juni 2026 | 22:07
Mati Lampu Tenggarong Kukar Hari Ini: Cek Daftar Wilayah Terdampak di Sini!

Mati Lampu Tenggarong Kukar Hari Ini: Cek Daftar Wilayah Terdampak di Sini!

28 Juni 2026 | 15:54
Rayakan HUT Bhayangkara ke-80 di Balikpapan, Warga Berebut Hadiah Umrah dan Motor

Rayakan HUT Bhayangkara ke-80 di Balikpapan, Warga Berebut Hadiah Umrah dan Motor

28 Juni 2026 | 14:17
Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Jumat Berkah Kodim 0908/Bontang, Prajurit TNI Turun Langsung Bagikan Nasi untuk Warga

Jumat Berkah Kodim 0908/Bontang, Prajurit TNI Turun Langsung Bagikan Nasi untuk Warga

26 Juni 2026 | 21:12
Resmi Maju Calon Ketua HIPMI Bontang, Ini Program Unggulan Bos Bekesah.co

Resmi Maju Calon Ketua HIPMI Bontang, Ini Program Unggulan Bos Bekesah.co

23 Juni 2026 | 08:24
Next Post
Pemkab Kutim Petakan Desa Rentan Pangan, 13 Wilayah jadi Prioritas Intervensi

Pemkab Kutim Petakan Desa Rentan Pangan, 13 Wilayah jadi Prioritas Intervensi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama Polsek Tabang Gerebek Tambang Emas Ilegal di Kukar, 7 Pekerja Diamankan

Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama

26 Juni 2026 | 23:06
Hindari Lubang Jalan, 2 Pemotor Tewas Kecelakaan di Kutim

Hindari Lubang Jalan, 2 Pemotor Tewas Kecelakaan di Kutim

22 Juni 2026 | 16:00
Olahraga Adalah Investasi, Dispora Kaltim: Pembudayaan Olahraga Harus jadi Perhatian Semua Pihak

Olahraga Adalah Investasi, Dispora Kaltim: Pembudayaan Olahraga Harus jadi Perhatian Semua Pihak

5 November 2023 | 22:24
Dikendalikan Buronan, Polda Kaltim Gulung Sindikat Sabu di Bontang

Dikendalikan Buronan, Polda Kaltim Gulung Sindikat Sabu di Bontang

28 Juni 2026 | 13:41
Balikpapan akan Terang Benderang, 2 Ribu Lampu Jalan Siap Dipasang hingga Oktober 2025 Balikpapan Kebut Program “Kota Terang”, 3.500 Titik Lampu Jalan Dipasang Tahun Ini

Balikpapan akan Terang Benderang, 2 Ribu Lampu Jalan Siap Dipasang hingga Oktober 2025

26 Juni 2025 | 12:46

Terbaru

Data IQAir 28 Juni 2026: Kualitas Udara Bontang Masuk Kategori Terbaik

Data IQAir 28 Juni 2026: Kualitas Udara Bontang Masuk Kategori Terbaik

28 Juni 2026 | 22:07
Pakai Kode Rahasia dan Dikubur, Modus Sabu 'Harta Karun' di Bengalon Kutim Terbongkar

Pakai Kode Rahasia dan Dikubur, Modus Sabu ‘Harta Karun’ di Bengalon Kutim Terbongkar

28 Juni 2026 | 21:07
Akal-akalan 2 Pengedar Sabu di Kutim, Sembunyikan 20 Poket di Semak

Akal-akalan 2 Pengedar Sabu di Kutim, Sembunyikan 20 Poket di Semak

28 Juni 2026 | 19:58
Cerita Pasukan Panbers Bontang: Sebulan Berteman Lumpur Demi Adang Banjir Kiriman

Cerita Pasukan Panbers Bontang: Sebulan Berteman Lumpur Demi Adang Banjir Kiriman

28 Juni 2026 | 19:50
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved