• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Mei 21, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Suara

Air Bersih untuk Balikpapan

Catatan Rizal Effendi

Suriadi Said by Suriadi Said
2 Agustus 2024 | 19:56
Reading Time: 5 mins read
1
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

UNIVERSITAS MULIA (UM) Balikpapan bikin terobosan lagi. Rabu (31/7), mereka menggelar  Balikpapan Water Forum (BWF) 2024.  Acaranya berlangsung di Ballroom Cheng Ho, ruang pertemuan UM bergaya istana kekaisaran Tiongkok yang megah.

“Acara ini terinspirasi dari World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali bulan Mei lalu,” kata CEO BWF Dr Agung Sakti Pribadi, yang juga Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga, yang membawahkan UM.

PILIHAN REDAKSI

Marahnya Gerindra ke Gubernur Kaltim Bambang Bela Gubernur Kaltim Subuh Tanpa Bu Mei Pak Gub, Ingat Unmul Dong! Patah, Orang Dalam Bankaltimtara Ketika Presiden Sentil Gubernur Kaltim

Marahnya Gerindra ke Gubernur Kaltim

26 April 2026 | 01:03
Marahnya Gerindra ke Gubernur Kaltim Bambang Bela Gubernur Kaltim Subuh Tanpa Bu Mei Pak Gub, Ingat Unmul Dong! Patah, Orang Dalam Bankaltimtara Ketika Presiden Sentil Gubernur Kaltim

Bambang Bela Gubernur Kaltim

20 April 2026 | 07:52

Tujuan utama BWF adalah memberi masukan kepada Pemkot dan PDAM Balikpapan dalam mengatasi kelangkaan air atau kecukupan air bersih. Maklum keluhan soal air bersih di kota ini sudah lama  sampai mengeringkan  kerongkongan warga dalam membicarakannya. Tak kalah peliknya dengan soal antre BBM dan kemacetan lalu lintas.

“Mudah-mudahan dari kampus Universitas Mulia ini, lahir masukan dan kucuran air bersih yang ‘mulia’ untuk kita semua,” kata seorang peserta berandai-andai. Tentu pula seraya berharap.

Agung sengaja mengundang sejumlah pembicara dan pakar, yang tahu persis tentang peta air di Balikpapan. Ada Ketua Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kaltim Dr Fitriansyah, peneliti dari Indonesia Water Institute (IWI) Dwi Lintang Lestari, Gus Agung Guntoro dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimatan IV Samarinda, Yusuf Wibisono, MTI dari UM dan Ir Eko Wahyudi, M.Tech, Tenaga Ahli Perairan dan Sekretaris Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Kaltim.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menunjuk Sekretaris Bappeda Tommy Alfianto memberi sambutan. Dia menyambut baik digelarnya BWF. Sayang Dirut PDAM Balikpapan Yudi Saharuddin tidak datang. Tak ada juga yang mewakili. Padahal Wali Kota Samarinda Dr Andi Harun didampingi Dirut PDAM Samarinda Nor Wahid Hasyim datang memberi tawaran menarik.

Untunglah masih ada dua anggota DPRD Baikpapan yang hadir, yaitu Parlindungan dari Fraksi NasDem dan Ali Munsyir Halim dari Fraksi Demokrat. “Ya masukan ini segera akan kami teruskan kepada Pemkot. Juga kepada anggota Dewan baru dan harus menjadi isu untuk calon wali kota 2024,” kata mereka.

Saya lihat ada camat dan lurah yang hadir. Juga ketua LPM dan sejumlah tokoh masyarakat. Dari akademisi dan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi juga datang. “Ini memang kolaborasi kita   untuk Balikpapan yang kita cintai,” kata Rektor UM Prof M Ahsin Rifa’i.

Ada juga hadir wakil dari PT Sinar Mas Wisesa, yang mengelola air untuk perumahan Balikpapan Baru (BB). WTP atau IPA yang dikelolanya  belum cocok dengan rekomendasi dari BWS untuk mendapatkan kelanjutan izinnya.

Siapa pun tahu bahwa terjadi kelangkaan air bersih di kota penyangga IKN ini. Meski belakangan hujan sering turun, tetap saja ada warga tak kebagian air. PDAM Balikpapan selama ini  memang belum mampu memenuhi kebutuhan semua warga kota. Sehingga di beberapa tempat ada istilah 3-3. Tiga hari air mengalir, 3 hari ngadat.

Kalau tak salah, data dari PUPR menyebutkan produksi air bersih PDAM Balikpapan baru mencukupi 75 persen dari jumlah penduduk. Tapi kalau dari hitungan BPKP kabarnya hany 48 persen. Jadi masih banyak yang belum terlayani. Apalagi tingkat kehilangan airnya mencapai 34 persen.

Persoalan utamanya kesulitan suplai air baku. Antara 500 sampai 1.000 liter per detik. Bahkan lebih. Salah satu suplai air yang ditunggu-tunggu adalah dari Waduk Sepaku Semoi sebanyak 500 liter per detik. Waduk yang memproduksi air 2.500 liter per detik itu, sebagian besar diolah menjadi air minum untuk kebutuhan IKN.

Tapi Presiden Jokowi sendiri sudah menyebut memang ada jatah untuk Balikpapan. Persoalannya siapa yang membiayai pemasangan pipa transmisinya yang konon membutuhkan dana Rp1,5 triliun. Menurut saya, seyogianya satu paket dengan proyek air IKN. Jadi pengiriman air ke Balikpapan juga didanai APBN. Seharusnya masuk dalam proyek strategis nasional (PSN).

Menurut guru besar ilmu perencanaan kota UGM, Prof Bakti Setiawan, pengelolaan air di IKN dengan daerah penyangganya, bagian penting dalam perencanaan IKN. Jadi manajemen airnya menjadi satu kesatuan, tidak bisa dipisahkan.

Mengutip Tribun Balikpapan, Yudi Saharuddin mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan bertemu dengan Sekretaris Otorita IKN. Tujuannya untuk memastikan dan membahas mekanisme pengiriman air dari Waduk Sepaku.

Dwi Lintang dari IWI menggambarkan banyak daerah berada dalam posisi “Kelangkaan dalam Kelimpahan.” Termasuk Balikpapan. Susah air, tapi kalau hujan malah berlimpah sampai terjadi genangan air dan banjir di mana-mana.

Karena itu dia mendorong daerah menerapkan Smart Water System. Di antaranya menerapkan sistem pemanenan air hujan dan daur ulang grey water untuk kegiatan nonkonsumsi.

Kebetulan Balikpapan sudah ada Perwali Pemanenan Air Hujan. Diterbitkan pada masa saya menjadi wali kota. Malah SMPN 22 di tahun 2019 sudah ditetapkan sebagai pilot project menandai dimulakannya Gerakan Pemanenan Air Hujan. Sayang gerakan ini tidak konsisten.

Padahal di sejumlah negara maju air hujan benar-benar dimanfaatkan sebagai air bersih. Tidak ada salahnya gerakan ini kembali dimobilisir. Pemkot bisa membantu membangun kantong atau bak-bak air.

Dwi juga mendorong daerah menerapkan konsep infrastruktur berkelanjutan. Menerapkan konsep green rooftop, groundwater tank, membangun ruang terbuka hijau dan membangun embung dan kolam retensi.

Eko Wahyudi membuka pandangan baru. Sejumlah bendali di Balikpapan, yang selama ini hanya digunakan untuk mengatur pengendalian air, ternyata dalam situasi tertentu bisa dimanfaatkan untuk sumber air baku. “Tinggal sistem operasinya yang diatur,” katanya.

Bendali yang airnya dimanfaatkan untuk kebutuhan warga sebenarnya sudah ada. Yaitu bendali yang berada di kompleks perumahan Balikpapan Regency. Masih ada bendali lain yang kapasitas tampungnya lebih besar.

Kepala BRIDA Kaltim Fitriansyah  menyinggung Bendungan Lambakan di Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser dan Desalinasi Air Laut untuk pengadaan air baku pada masa mendatang.

Bendungan Lambakan itu sudah 24 tahun dirintis. Tapi sampai sekarang belum juga berhasil direalisir. Padahal potensinya sangat besar. Volumenya 614 juta meter kubik. Bisa menghasilkan air baku 12 meter kubik per detik dan irigasi (21 ribu hektare) 25 meter kubik per detik.

Berkaitan dengan desalinasi air laut, menurut Fitriansyah, memang sudah dilaksanakan di berbagai negara. Teknologinya bisa dengan destilasi, bisa juga dengan sistem reverse ormosis (RO). Pandangan yang sama juga diungkapkan oleh dosen UM, Yusuf Wibisono.

TAWARKAN AIR CURAH

Kehadiran Wali Kota Samarinda Dr Andi Harun benar-benar menghidupkan acara BWF. “Beliau kita undang karena Pak Andi Harun satu-satunya wali kota dari Kaltim yang diundang bicara di WWF Bali,” kata Dr Agung Sakti.

Ada dua hal penting yang dikemukakan Andi Harun berkaitan dengan tata kelola air. Yang pertama, dia bilang jangan ada intervensi ke PDAM. Itu dia terapkan di Samarinda secara konsisten. Dia hanya memasang target. Selebihnya tidak cawe-cawe. “Alhamdulillah hanya 2 tahun, Perumda Tirta Kencana (PTK) yang mengelola PDAM Samarinda  sudah meraup laba,” jelasnya.

Kedua, dia menawarkan kepada Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) yang mengelola PDAM membeli air curah dari Samarinda. “Saya kira ini solusi jangka pendek yang sangat memungkinkan untuk memecahkan masalah kelangkaan air di Balikpapan,” jelasnya.

Secara detail dan teknis, Andi Harun memaparkan tawarannya itu. Pihaknya akan membangun intake dan instalasi pengolahan air (IPA) baru di kawasan Harapan Baru atau Palaran. Air bakunya dari Sungai Mahakam. Setelah diolah, air dialirkan melalui pipa transmisi langsung ke Balikpapan.

Jika Balikpapan menyetujui tawaran ini, maka PDAM Samarinda segera bergerak. Diperkirakan pembangunan konstruksinya paling lama memakan waktu 8 bulan. Pada saat yang sama juga langsung dilakukan pembangunan pipa transmisinya.

Menurut Andi Harun, investasi untuk proyek ini diperkirakan mencapai 700 miliar sampai satu triliun rupiah. Itu lebih banyak dibebankan kepada mereka. Balikpapan tinggal beli airnya. Harganya juga masih dalam batas yang wajar. “Jadi PDAM masih tetap bisa untung dengan harga jual ke masyarakat tetap bisa terjangkau,” jelasnya.

Tanpa mengesampingkan berbagai solusi yang ditawarkan kepada PDAM Balikpapan, sekali lagi Andi Harun menegaskan bahwa tawaran mereka untuk membeli air curah dari Samarinda adalah solusi jangka pendek yang tepat. Jauh lebih cepat dibanding program desalinasi atau penyulingan air laut.

Andi Harun benar-benar serius dengan gagasannya itu. Meski acara resmi BWF selesai pukul 16.00, dia masih bersedia meluangkan waktu berdiskusi  di teras Ballroom Cheng Ho. Saya bilang meski Pak Andi Harun tak jadi mengikuti Pilgub Kaltim Kaltim, rasanya dia layak dinobatkan menjadi “Gubernur Air.” (*)

 

*) Ikuti berita terbaru PRANALA.co di Google News ketuk link ini dan jangan lupa difollow

Via: Redaksi
Tags: OpiniPDAM Balikpapan
Previous Post

Polisi Bongkar Jaringan Pengedar Ekstasi di Samarinda, Dua Pelaku Ditangkap

Next Post

DPRD Bontang Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan dan Raperda APBD Perubahan 2024

BACA JUGA

Dari Pulau Kecil di Pangkep, Nur Aulia Tembus Forum Internasional Tiga Negara

Dari Pulau Kecil di Pangkep, Nur Aulia Tembus Forum Internasional Tiga Negara

18 Mei 2026 | 09:01
VIDEO: Unmul Samarinda Juara Campus League 2026 Unmul Juara Campus League Samarinda, Wakili Kalimantan ke Tingkat Nasional

VIDEO: Unmul Samarinda Juara Campus League 2026

11 Mei 2026 | 23:45
Berawal Kagum Nonton Paskibraka di Televisi, Kini Gus Luthfy Wakili Bontang Ikuti Seleksi Nasional 2026

Berawal Kagum Nonton Paskibraka di Televisi, Kini Gus Luthfy Wakili Bontang Ikuti Seleksi Nasional 2026

11 Mei 2026 | 13:55
INFOGRAFIS: Fakta-Fakta Renovasi Rumah Dinas Gubernur Kaltim

INFOGRAFIS: Fakta-Fakta Renovasi Rumah Dinas Gubernur Kaltim

6 Mei 2026 | 11:23
VIDEO: Sofyan Hasdam Minta Pemprov Kaltim Tak Hapus Bankeu Andi Sofyan Hasdam: Koperasi Merah Putih Bisa Sukses Seperti Indomaret

VIDEO: Sofyan Hasdam Minta Pemprov Kaltim Tak Hapus Bankeu

30 April 2026 | 13:26
VIDEO: Respons Andi Harun soal Anggaran Rp17,5 Miliar Balai Kota Samarinda SRT Samarinda Dibuka, Wali Kota: Anak Miskin Berhak Dapat Pendidikan Bermutu

VIDEO: Respons Andi Harun soal Anggaran Rp17,5 Miliar Balai Kota Samarinda

30 April 2026 | 12:26
Next Post
DPRD Bontang Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan dan Raperda APBD Perubahan 2024

DPRD Bontang Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan dan Raperda APBD Perubahan 2024

Comments 1

  1. Ping-balik: Atasi Krisis Air di Balikpapan, Pemkot Pertimbangkan Desalinasi dan Pemanfaatan Sungai Mahakam - Pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Dari Pulau Kecil di Pangkep, Nur Aulia Tembus Forum Internasional Tiga Negara

Dari Pulau Kecil di Pangkep, Nur Aulia Tembus Forum Internasional Tiga Negara

18 Mei 2026 | 09:01
Nasib PPPK Kutim 2021 Ditentukan Tahun Ini, Kinerja Buruk Terancam Putus Kontrak Kutim Resmi Tanpa Honorer, 400 TK2D Diangkat jadi PPPK

Nasib PPPK Kutim 2021 Ditentukan Tahun Ini, Kinerja Buruk Terancam Putus Kontrak

16 Mei 2026 | 20:01
VIDEO: Pekerja Lokal Dirumahkan, Massa Datangi Pama hingga Kantor Bupati Kutim BREAKING NEWS: Diduga PHK Pekerja Lokal Kutim, PT Pama Didemo Besar-besaran di Sangatta

BREAKING NEWS: Diduga PHK Pekerja Lokal Kutim, PT Pama Didemo Besar-besaran di Sangatta

20 Mei 2026 | 10:16
Menu MBG Belum Datang hingga Siang, Siswa SDN 33 Kalamasue Pangkep Terpaksa Pulang

Menu MBG Belum Datang hingga Siang, Siswa SDN 33 Kalamasue Pangkep Terpaksa Pulang

19 Mei 2026 | 00:23
Warga Bontang Bisa Foto ASN Keluyuran saat Jam Kerja, TPP Terancam Ditahan Duh! ASN Bontang Nongkrong di Kafe saat Jam Kerja

Warga Bontang Bisa Foto ASN Keluyuran saat Jam Kerja, TPP Terancam Ditahan

19 Mei 2026 | 11:38

Terbaru

Cerita Nelayan Bontang yang Dikira Hilang, Bertahan di Laut karena Tangakapan Ikan Sedikit

Cerita Nelayan Bontang yang Dikira Hilang, Bertahan di Laut karena Tangakapan Ikan Sedikit

21 Mei 2026 | 00:27
Sindikat Sabu 92 Kg Digulung di Kaltim, Jalur Peredaran Diduga Sampai Jawa

Sindikat Sabu 92 Kg Digulung di Kaltim, Jalur Peredaran Diduga Sampai Jawa

21 Mei 2026 | 00:10
Bontang Bidik Pasar Kimia Dunia, Proyek Hilirisasi Sawit Rp1,88 Triliun Disiapkan

Bontang Bidik Pasar Kimia Dunia, Proyek Hilirisasi Sawit Rp1,88 Triliun Disiapkan

20 Mei 2026 | 23:49
APBD Bontang Tertekan, Neni Pilih Tunda Proyek Fisik Demi Pendidikan

APBD Bontang Tertekan, Neni Pilih Tunda Proyek Fisik Demi Pendidikan

20 Mei 2026 | 23:30
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 328000631

article 328000632

article 328000633

article 328000634

article 328000635

article 328000636

article 328000637

article 328000638

article 328000639

article 328000640

article 328000641

article 328000642

article 328000643

article 328000644

article 328000645

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

article 888000061

article 888000062

article 888000063

article 888000064

article 888000065

article 888000066

article 888000067

article 888000068

article 888000069

article 888000070

article 888000071

article 888000072

article 888000073

article 888000074

article 888000075

article 888000076

article 888000077

article 888000078

article 888000079

article 888000080

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 868100051

article 868100052

article 868100053

article 868100054

article 868100055

article 868100056

article 868100057

article 868100058

article 868100059

article 868100060

article 868100061

article 868100062

article 868100063

article 868100064

article 868100065

article 868100066

article 868100067

article 868100068

article 868100069

article 868100070

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

cuaca 898100041

cuaca 898100042

cuaca 898100043

cuaca 898100044

cuaca 898100045

cuaca 898100046

cuaca 898100047

cuaca 898100048

cuaca 898100049

cuaca 898100050

cuaca 898100051

cuaca 898100052

cuaca 898100053

cuaca 898100054

cuaca 898100055

cuaca 898100056

cuaca 898100057

cuaca 898100058

cuaca 898100059

cuaca 898100060

cuaca 898100061

cuaca 898100062

cuaca 898100063

cuaca 898100064

cuaca 898100065

cuaca 898100066

cuaca 898100067

cuaca 898100068

cuaca 898100069

cuaca 898100070

cuaca 898100071

cuaca 898100072

cuaca 898100073

cuaca 898100074

cuaca 898100075

cuaca 898100076

cuaca 898100077

cuaca 898100078

cuaca 898100079

cuaca 898100080

cuaca 898100081

cuaca 898100082

cuaca 898100083

cuaca 898100084

cuaca 898100085

cuaca 898100086

cuaca 898100087

cuaca 898100088

cuaca 898100089

cuaca 898100090

cuaca 898100091

cuaca 898100092

cuaca 898100093

cuaca 898100094

cuaca 898100095

cuaca 898100096

cuaca 898100097

cuaca 898100098

cuaca 898100099

cuaca 898100100

cuaca 898100101

cuaca 898100102

cuaca 898100103

cuaca 898100104

cuaca 898100105

cuaca 898100106

cuaca 898100107

cuaca 898100108

cuaca 898100109

cuaca 898100110

cuaca 898100111

cuaca 898100112

cuaca 898100113

cuaca 898100114

cuaca 898100115

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

article 710000051

article 710000052

article 710000053

article 710000054

article 710000055

article 710000056

article 710000057

article 710000058

article 710000059

article 710000060

article 710000061

article 710000062

article 710000063

article 710000064

article 710000065

article 710000066

article 710000067

article 710000068

article 710000069

article 710000070

article 710000071

article 710000072

article 710000073

article 710000074

article 710000075

article 710000076

article 710000077

article 710000078

article 710000079

article 710000080

article 999990011

article 999990012

article 999990013

article 999990014

article 999990015

article 999990016

article 999990017

article 999990018

article 999990019

article 999990020

article 999990021

article 999990022

article 999990023

article 999990024

article 999990025

article 999990026

article 999990027

article 999990028

article 999990029

article 999990030

article 999990031

article 999990032

article 999990033

article 999990034

article 999990035

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

cuaca 638000001

cuaca 638000002

cuaca 638000003

cuaca 638000004

cuaca 638000005

cuaca 638000006

cuaca 638000007

cuaca 638000008

cuaca 638000009

cuaca 638000010

cuaca 638000011

cuaca 638000012

cuaca 638000013

cuaca 638000014

cuaca 638000015

cuaca 638000016

cuaca 638000017

cuaca 638000018

cuaca 638000019

cuaca 638000020

news-1701