BONTANG, Pranala.co – Libur panjang Lebaran telah mengubah Pulau Beras Basah menjadi pusat perhatian wisatawan di Kalimantan Timur (Kaltim). Destinasi bahari andalan Kota Bontang ini diserbu ribuan pengunjung pada Senin (23/3/2026), menciptakan gelombang arus balik yang justru menuju pulau kecil berpasir putih tersebut.
Dari Pelabuhan Tanjung Laut Indah saja, sekira 3 ribu wisatawan tercatat menyeberang dalam satu hari. Jumlah tersebut belum memperhitungkan aliran pengunjung dari jalur alternatif lainnya, seperti Pelabuhan Loktuan, Tanjung Limau, Bontang Kuala, hingga Berbas Pantai. Fenomena ini menandakan pergeseran preferensi masyarakat yang semakin menjatuhkan pilihan pada wisata lokal.
Abdul Gani, anggota Asosiasi Penyewaan Kapal Wisata Beras Basah, mengonfirmasi lonjakan pengunjung yang terus berlanjut sejak pagi hingga sore hari. “Mulai pagi sampai sore sekitar 3 ribu orang yang datang. Ada yang pulang hari, ada juga yang menginap,” ujarnya.
Tak hanya warga Bontang, daya tarik Beras Basah berhasil menarik wisatawan dari berbagai penjuru Kalimantan Timur. Mereka berdatangan dari Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, hingga Kutai Timur, membentuk mosaic pengunjung yang menunjukkan kekuatan branding wisata lokal semakin menguat di tengah masyarakat.
Guna mengakomodir gelombang pengunjung, sekira 60 kapal wisata dikerahkan dalam operasi khusus. Kapal-kapal dengan kapasitas 10 hingga 40 penumpang ini bekerja ekstra, dengan satu unit mampu melakukan tiga hingga empat kali perjalanan pulang-pergi dalam sehari.
“Kalau hari ini lebih ramai dari kemarin. Diperkirakan sampai akhir pekan masih ramai karena sudah banyak yang booking,” tambah Abdul Gani, mengindikasikan tren positif yang akan berlanjut hingga akhir masa libur.
Di tengah keramaian yang terkadang mengakibatkan antrean, antusiasme wisatawan tetap terlihat jelas. Yuli (29), warga Samarinda, mengaku sudah lama mendambakan kunjungan ke Beras Basah.
“Airnya jernih dan pasirnya putih. Walaupun ramai, justru terasa lebih hidup. Anak-anak juga senang,” tuturnya, menggambarkan kepuasan yang mengalahkan keruwetan.
Sementara itu, Andi (34), yang datang dari Balikpapan, memilih strategi berangkat sejak pagi buta untuk menghindari antrean panjang. “Perjalanan cukup jauh, tapi begitu sampai, semua terbayar. Ini bukti kalau wisata dekat juga tidak kalah bagus,” ujarnya, menegaskan kualitas destinasi lokal yang mampu bersaing.
Fenomena membludaknya pengunjung di Beras Basah menjadi cerminan nyata meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap pariwisata domestik. Selain aspek keterjangkauan biaya dan jarak, destinasi seperti Beras Basah menawarkan pengalaman alam yang autentik tanpa harus menempuh perjalanan lintas batas. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















