Pranala.co, SAMARINDA – Kalimantan Timur (Kaltim) perlahan bergerak meninggalkan ketergantungan pada sektor tambang. Arah baru mulai terlihat. Ekonomi hijau menjadi tujuan. Salah satu penggeraknya adalah kendaraan listrik roda dua atau electric two wheelers (E2W).
Potensinya besar. Data 2024 mencatat jumlah sepeda motor di Kaltim mencapai 3,2 juta unit. Angka itu diproyeksikan naik menjadi 3,8 juta unit pada 2030. Pasar terbuka lebar. Bukan hanya soal transportasi, tetapi juga peluang ekonomi baru.
Motor listrik dinilai mampu menekan biaya perjalanan harian. Emisi karbon ikut berkurang. Lapangan kerja pun berpotensi tumbuh, dari sektor perakitan hingga layanan purna jual.
Pembina Industri Ahli Muda Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, M. Entje Adhar Affan, menilai transformasi ekonomi daerah dapat dipercepat melalui industri kendaraan listrik.
“Transformasi ekonomi bisa diwujudkan lewat pengembangan industri kendaraan listrik,” kata Affan saat menjadi narasumber Forum Konsultasi Daerah percepatan transformasi ekonomi Kaltim di Hotel Mercure Samarinda, Selasa (20/1/2026).
Ia menyebut posisi Kaltim sangat strategis. Daerah ini berada di jalur logistik utama kawasan Indonesia Timur. Infrastruktur dasar terus berkembang. Industri pendukung juga tersedia.
Salah satunya adalah potensi pengolahan mineral nikel. Komoditas ini menjadi bahan baku utama baterai kendaraan listrik. Keberadaan fasilitas smelter di Kaltim membuka peluang lebih jauh.
Menurut Affan, smelter tidak hanya bisa difungsikan sebagai penyedia bahan baku. Ke depan, fasilitas tersebut berpeluang mendukung industri daur ulang baterai motor listrik. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Ini bukan hanya soal industri, tapi juga soal masa depan lingkungan,” ujarnya.
Peluang semakin besar dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pemerintah menargetkan penggunaan kendaraan listrik secara penuh di kawasan ibu kota baru tersebut.
Kebijakan ini membuka pasar yang luas bagi pelaku usaha lokal. Mulai dari perakitan motor listrik dan baterai, bengkel khusus kendaraan listrik, hingga jasa distribusi dan layanan purna jual.
“Target penggunaan 100 persen kendaraan listrik di IKN adalah peluang nyata bagi industri lokal Kaltim,” kata Affan.
Penggunaan kendaraan listrik di IKN menjadi bagian dari upaya menekan emisi karbon. Pemerintah telah menetapkan ketentuan dalam rencana induk pembangunan IKN untuk memastikan target pengurangan emisi tercapai.
IKN dirancang sebagai forest city. Kota yang cerdas. Hijau. Ramah lingkungan. Kebijakan transportasi menjadi kunci.
Ke depan, seluruh mobilitas di kawasan IKN direncanakan menggunakan moda transportasi berbasis listrik. Dari kendaraan pribadi hingga angkutan umum. (RIL/RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















