PAGI itu, pesisir RT 11 dan RT 12 Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang tampak lebih ramai dari biasanya. Ratusan orang turun ke lapangan. Aparat pemerintah, pengurus RT, kader PKK, Karang Taruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga warga bergotong royong membersihkan kawasan pesisir dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan korve serentak tersebut menjadi bagian dari gerakan nasional bertema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, sesuai Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Nomor 09 Tahun 2026.
Sejak pukul 07.30 Wita, peserta menyisir berbagai sudut pesisir. Plastik, kayu, hingga berbagai jenis sampah yang terbawa arus laut dikumpulkan dalam satu titik. Hasilnya tidak sedikit.
Dalam waktu sekitar dua setengah jam, sebanyak 1,8 ton sampah berhasil diangkat dari kawasan tersebut dan langsung diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menggunakan armada Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Alhamdulillah semua turun. Ini yang membuat kami semakin semangat,” ujar Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Biantoro.
Namun persoalan di kawasan pesisir tidak selesai hanya dengan mengangkut sampah.
Tantangan terbesar justru berasal dari sampah kiriman yang terbawa arus saat air laut pasang. Sampah-sampah itu terus berdatangan dan kembali mengotori area yang sebelumnya sudah dibersihkan.
Karena itu, tim memasang jaring pengaman sepanjang sekitar 10 meter di sejumlah titik rawan.
Langkah tersebut menjadi upaya awal untuk menahan sampah agar tidak kembali masuk ke kawasan pesisir.

“Kalau tidak ditutup, percuma dibersihkan. Nanti masuk lagi saat air pasang. Jadi ini upaya pencegahan,” kata Elis.
Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan sebelumnya, seluruh akses masuk sampah ke kawasan itu juga akan ditutup secara bertahap.
Bagi Kelurahan Tanjung Laut Indah, kegiatan ini bukan hanya soal mengumpulkan sampah dalam satu hari. Ada pekerjaan yang lebih besar, yakni membangun kesadaran warga agar menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Kawasan pesisir menjadi salah satu wilayah yang paling rentan terdampak persoalan sampah. Karena itu, keterlibatan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan.
“Ini bukan hanya soal bersih-bersih hari ini. Tapi bagaimana warga punya komitmen menjaga lingkungan mereka sendiri,” ujar Elis.
Upaya itu akan dilanjutkan melalui kerja sama antara Kelurahan Tanjung Laut Indah dan DLH dalam bentuk nota kesepahaman atau MoU.
Program tersebut akan menghadirkan sosialisasi langsung kepada warga di tingkat RT dengan konsep rembuk warga. Narasumber dari DLH akan memberikan pemahaman mengenai pengelolaan sampah yang benar dan dapat diterapkan secara mandiri.
RT 11 dan RT 12 dipilih sebagai lokasi awal atau pilot project program edukasi tersebut.
“Kami sudah menjadwalkan sosialisasi, dimulai dari RT 11 dan RT 12 sebagai pilot project edukasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” katanya. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami


















