PENDIDIKAN kembali menjadi perhatian utama dalam pembangunan Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Dukungan dari pemerintah pusat terus mengalir, bukan hanya lewat pembangunan fisik sekolah, tetapi juga melalui percepatan digitalisasi pembelajaran.
Komitmen itu ditandai dengan peresmian dan penyerahan program revitalisasi satuan pendidikan untuk Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di BSCC Dome Balikpapan, Jumat (5/6/2026).
Program bertema Wujudkan Sekolah Asri tersebut diresmikan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.
Di hadapan Mendikdasmen, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar urusan ruang kelas. Menurutnya, pendidikan merupakan jalan paling efektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Jika ingin memutus rantai kemiskinan, maka pendidikan yang harus kita tingkatkan,” ujar Rahmad.
Pernyataan itu menjadi pesan utama dalam pembangunan pendidikan di Balikpapan. Kota ini tengah menyiapkan generasi yang mampu bersaing dan menjadi bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045.
Rahmad mengapresiasi dukungan pemerintah pusat yang terus hadir untuk sektor pendidikan di Balikpapan. Sepanjang 2025 hingga 2026, Balikpapan menerima bantuan revitalisasi gedung satuan pendidikan tingkat sekolah dasar sebanyak 10 paket.
Tak hanya pembangunan fisik, pemerintah pusat juga mengucurkan bantuan digitalisasi pendidikan dalam jumlah besar.
Sebanyak 423 unit papan interaktif display, 423 unit laptop, dan 423 unit hard disk eksternal disalurkan ke sekolah-sekolah. Total bantuan perangkat tersebut mencapai sekitar 1.269 unit.
Bantuan itu diharapkan mampu mempercepat transformasi pembelajaran di sekolah dan memperluas pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar.
Seragam Gratis hingga Sekolah Baru
Pemerintah Kota Balikpapan juga menjalankan sejumlah program prioritas untuk memastikan akses pendidikan semakin merata.
Salah satunya adalah program seragam gratis bagi peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SMP. Khusus siswa SD dan SMP, bantuan yang diberikan mencakup seragam nasional, seragam pramuka, serta seragam batik.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur pendidikan terus digenjot.
Sejak 2022 hingga 2026, Pemkot Balikpapan telah membangun enam unit sekolah baru tingkat SMP dan sekolah baru tingkat SD. Selain itu, sebanyak 493 paket bangunan sekolah dan PAUD telah direvitalisasi maupun direhabilitasi.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan ruang belajar yang terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk kota.
Upaya pemerataan pendidikan juga dilakukan melalui kolaborasi dengan sekolah swasta. Kerja sama dalam sistem penerimaan murid baru yang mulai berjalan sejak 2025 akan kembali dilanjutkan pada 2026.
Menurut Rahmad, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan. [RUL]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















