Zona Merah Covid-19 di Kaltim Berkurang Dua Daerah

oleh -
Ilustrasi tes corona (Foto: AP Photo)

PRANALA.CO – Kasus virus corona atau Covid-19 di Kalimantan Timur (Kaltim) belum sepenuhnya selesai. Hingga kini penyebarannya masih saja terjadi. Masyarakat pun tetap diminta waspada, pasalnya delapan dari sepuluh kabupaten/kota di Kaltim masih zona merah sebaran Covid-19.

Dari sepuluh kabupaten/kota di Kaltim, dua daerah sudah lepas dari zona merah. Yakni Mahakam Ulu di zona kuning dan Penajam Paser Utara zona oranye. Dinas Kesehatan Kaltim menetapkan daerah dengan lebih 51 kasus aktif sebagai zona merah sedangkan zona oranye 26-50 kasus.

Di bawah rentang tersebut berstatus zona kuning hingga ditetapkan zona hijau jika sudah 0 kasus aktif. Lepasnya kedua daerah tersebut dari zona merah, tak lepas dari makin menurunnya jumlah kasus aktif di Kaltim.

“Jumlah pasien dirawat dan isolasi mandiri di Kaltim saat ini sudah di bawah angka 5 ribu. Semoga terus menurun hingga nol kasus,” kata Andi Muhammad Ishak, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim dari rilis resmi Pemprov Kaltim, Rabu (17/3/2021).

Lanjut dia, saat ini pemerintah terus berupaya mengoptimalkan sumber daya dan masyarakat harus ikut terlibat menekan bahkan bersama memutus penyebaran dan penularan Covid-19 di Kaltim.

Meski demikian berkurangnya zona merah patut disyukuri sebab sebelumnya semua kabupaten/kota di Benua Etam ini merah karena merawat lebih dari 51 kasus aktif positif Covid-19. Dua daerah berkurang tentu merupakan angin segar.

Andi pun sepakat dengan hal tersebut. Sebab artinya virus corona bisa dikendalikan. Kendati begitu, waspada tetap diutamakan. Lantaran pertambahan kasus masih terjadi. Data terakhir ada tambahan 240 kasus terkonfirmasi positif virus corona di provinsi ini.

Dengan perincian Berau 20 kasus, Kutai Barat 26 kasus, Kutai Kartanegara 57 kasus, Kutai Timur 46 kasus, dan Mahakam Ulu 1 kasus. Selain itu Paser 5 kasus, Penajam Paser Utara 4 kasus, Balikpapan 42 kasus, Bontang 12 kasus, dan Samarinda 27 kasus.

Sementara penambahan pasien sembuh dilaporkan sebanyak 345 kasus. Meliputi Berau 18 kasus, Kutai Barat 11 kasus, Kutai Kartanegara 86 kasus, dan Kutai Timur 16 kasus. Diikuti Paser 5 kasus, Penajam Paser Utara 5 kasus, Balikpapan 85 kasus, Bontang 61 kasus, dan Samarinda 58 kasus. Dua kasus lain dilaporkan meninggal dunia berasal dari Kutai Barat dan Samarinda.

“Ingat agar selalu taat dengan protokol kesehatan. Minimal selalu menggunakan masker,” pesannya.

Dengan adanya tambahan kasus tersebut, maka akumulasi kasus COVID-19 di Kaltim telah mencapai 60.540 atau 1626,8 kasus per 100 ribu penduduk dengan positif rate 25 persen dari kasus diperiksa. Total pasien sembuh mencapai 54.263 atau 89,6 persen dari akumulasi kasus positif dan kematian 2,4 persen. Menyisakan 4.852 kasus aktif atau masih dalam perawatan maupun isolasi mandiri.

Turunnya kasus aktif ini diklaim tak lepas dari kebijakan pemerintah lewat Gubernur Kaltim.  Momentum positif ini diharap terus terjaga.

“Instruksi Gubernur Kaltim terkait penerapan PPKM Mikro yang direspons cepat oleh pemerintah kabupaten dan kota sudah mulai terasa dampaknya,” tutup dia.

 

[dn|id]

 

No More Posts Available.

No more pages to load.