Pranala.co, BONTANG — Tak mau main-main soal keamanan makanan anak sekolah, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang mengambil langkah cepat. Sejumlah bahan pangan dari tiga dapur penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dikirim ke Samarinda untuk diuji di laboratorium independen.
Tujuannya : memastikan tak ada zat berbahaya yang ikut tersaji di piring makan siswa. Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari pengawasan rutin terhadap pangan segar yang digunakan di dapur MBG.
“Kami ingin memastikan bahan pangan yang digunakan benar-benar aman. Tidak mengandung cemaran yang bisa membahayakan kesehatan anak-anak,” tegas Aznem.
Tiga dapur yang menjadi sasaran pengambilan sampel yakni SPPG HOP Badak, SPPG Kelurahan Guntung, dan SPPG KS Tubun Kelurahan Api-Api. Dari lokasi itu, tim mengumpulkan beragam bahan pangan segar seperti mentimun, wortel, labu siam, kacang panjang, bawang merah, bawang putih, hingga semangka.
Semua sampel dikirim ke Laboratorium Mutu Agung Samarinda untuk diuji karena Bontang belum memiliki laboratorium pangan sendiri.
“Kami bekerja sama dengan Laboratorium Mutu Agung karena fasilitas pengujian lengkap hanya tersedia di Samarinda,” jelas Aznem, didampingi Kabid Ketahanan Pangan, Debora Kristiani.
Uji Dua Kali Setahun, Rapid Test Setiap Bulan
Aznem menyebut, pengujian laboratorium dilakukan dua kali dalam setahun atau setiap enam bulan sekali. Sementara rapid test lapangan dilakukan lebih fleksibel—bisa setiap bulan—tergantung jadwal tim Satgas MBG.
“Rapid test bisa langsung dilakukan saat monitoring. Biasanya kami turun bersama Satgas MBG untuk memastikan semua proses berjalan sesuai standar keamanan,” ujarnya.
Hasil pengawasan sejauh ini menunjukkan tidak ada bahan pangan bermasalah di dapur MBG. Meski begitu, DKP3 tak ingin lengah.
“Keamanan pangan adalah fondasi dari gizi yang baik. Kami tidak hanya memastikan anak-anak mendapat makanan bergizi, tapi juga aman dan layak dikonsumsi,” tegas Aznem. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















