TIGA siswa di Kota Bontang harus menghentikan aktivitas di luar sekolah setelah terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Rabu (22/7/2026). Mereka ditemukan berada di luar lingkungan sekolah ketika kegiatan belajar mengajar (KBM) masih berlangsung.
Penindakan itu dilakukan setelah Satpol PP menerima laporan masyarakat mengenai adanya pelajar yang diduga bolos pada jam pelajaran. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan menyisir sejumlah lokasi yang selama ini kerap menjadi tempat berkumpul para pelajar.
Kepala Satpol PP Bontang, Eddy Foreswanto, mengatakan petugas akhirnya menemukan tiga siswa yang berada di luar sekolah saat proses belajar masih berlangsung.
Namun, menurut Eddy, langkah yang diambil bukan untuk memberi hukuman, melainkan pembinaan agar para pelajar memahami konsekuensi dari tindakan mereka.
"Pendekatan kami bukan menghukum, tetapi membina. Mereka didata, diajak berdialog, dan diberikan pemahaman tentang pentingnya disiplin serta tanggung jawab sebagai pelajar," ujarnya saat dihubungi melalui telepon.
Setelah proses pendataan selesai, ketiga siswa tersebut diantar kembali ke sekolah masing-masing. Selanjutnya, pihak sekolah akan memberikan pembinaan lanjutan sesuai tata tertib yang berlaku.
Eddy menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bontang menciptakan lingkungan belajar yang aman sekaligus membentuk karakter pelajar yang disiplin dan bertanggung jawab.
Ia menilai kebiasaan bolos sekolah tidak cukup dipandang sebagai pelanggaran tata tertib semata. Ada persoalan yang lebih luas di balik perilaku tersebut, mulai dari pengaruh lingkungan, pergaulan hingga kurangnya pengawasan.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam mendampingi para pelajar agar tidak terjebak pada kebiasaan yang dapat mengganggu masa depan mereka.
"Peran orang tua, sekolah, dan masyarakat sangat penting. Pengawasan dan komunikasi yang baik bisa mencegah anak-anak kita terjerumus pada kebiasaan yang merugikan masa depan mereka," tegasnya.
Melalui kegiatan ini, dia berharap kesadaran pelajar terhadap pentingnya pendidikan terus meningkat. Disiplin mengikuti proses belajar di sekolah bukan hanya kewajiban, tetapi juga menjadi bekal penting untuk menentukan masa depan mereka. (*)















