DINAS Kesehatan (Diskes) Bontang memastikan tiga siswa SDN 009 Bontang Utara yang sempat mual dan muntah, Jumat (14/8/2026) tidak mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepastian tersebut didapatkan setelah tim kesehatan bergerak cepat melakukan investigasi lapangan. Petugas menggali informasi langsung dari ketiga siswa beserta orangtua masing-masing, Sabtu (15/8/2026).
Kepala Diskes Bontang, dr. Toetoek Prinadi Ekowati, mengonfirmasi bahwa penelusuran dilakukan tak lama setelah laporan masuk. Petugas mendatangi sekolah dan rumah para siswa.
"Begitu kami mendapat informasi ada tiga anak yang mual dan muntah, tim langsung turun ke SDN 009 Bontang Utara dan melakukan penelusuran," tegas Toetoek, Sabtu (15/8/2026).
Investigasi medis menemukan fakta bahwa salah satu siswa muntah akibat kelelahan fisik usai berolahraga berat, bukan karena makanan yang dikonsumsi.
Saat tim mendatangi kediamannya, anak tersebut bahkan sudah kembali beraktivitas dan bermain bola bersama teman-temannya.
"Orang tuanya menjelaskan bahwa anak tersebut muntah setelah berolahraga karena terlalu banyak aktivitas," ungkap Toetoek.
Sementara itu, dua siswa lainnya mual dan muntah murni akibat reaksi psikis. Mereka tidak tahan saat menyaksikan rekannya muntah terlebih dahulu di area sekolah.
"Dua anak lainnya ikut mual dan muntah karena tidak tahan melihat temannya muntah. Jadi hasil penelusuran di lapangan seperti itu," tambahnya.
Diskes Bontang menegaskan seluruh murid di sekolah tersebut menyantap menu masakan yang sama dari program MBG. Jika terjadi kontaminasi atau keracunan massal, jumlah korban dipastikan jauh lebih banyak.
"Kami pastikan bukan karena MBG, karena tidak ditemukan gejala yang mengarah ke sana. Kalau memang keracunan makanan, tentu perlu dilihat mengapa hanya satu anak yang mengalami muntah dan dua lainnya karena faktor melihat temannya," papar Toetoek.
Terkait desas-desus menu dimsum berbau tak sedap serta pengembalian 200 porsi makanan akibat sayur basi pada hari sebelumnya, Diskes mengaku belum menerima laporan resmi.
"Saya tidak mendapat informasi itu. Laporan yang saya terima hanya ketiga anak tersebut muntah bukan karena mengonsumsi MBG, sesuai keterangan dari masing-masing orang tuanya," pungkasnya.
Meski demikian, Diskes Bontang mengimbau seluruh pihak sekolah dan wali murid untuk segera melaporkan setiap potensi gangguan kesehatan agar dapat langsung ditindaklanjuti secara menyeluruh. (*)















