DINAS Kesehatan (Diskes) Bontang mencatat lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mencapai 131 kasus sepanjang tahun 2026. Kelurahan Tanjung Laut Indah menjadi wilayah dengan sebaran tertinggi di Kota Bontang setelah menyumbang puluhan pasien.
Kepala Diskes Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, mengonfirmasi bahwa penularan nyamuk Aedes aegypti terpusat di kawasan pesisir pemukiman padat. Kelurahan Tanjung Laut Indah mencatat 31 kasus, disusul Kelurahan Tanjung Laut yang bersebelahan dengan 19 kasus.
"Konsentrasi kasus DBD di dua kelurahan tersebut menjadi perhatian utama kami dalam melakukan pemantauan dan pengendalian intensif," ujar Toetoek saat memberikan keterangan resmi di Bontang, Jumat (14/8/2026).
Akumulasi kasus DBD di Tanjung Laut Indah dan Tanjung Laut mencapai 50 kasus. Angka ini menyumbang hampir 40 persen dari total keseluruhan kasus demam berdarah yang terdata di seluruh Kota Bontang sepanjang tahun ini.
Lokasi geografis kedua kelurahan yang berdampingan memicu percepatan transmisi virus dengue antarwarga. Oleh karena itu, langkah mitigasi difokuskan pada pemutusan rantai penularan di kawasan pemukiman tersebut.
Selain kawasan Tanjung Laut, penyebaran virus dengue juga meluas ke beberapa kelurahan lain di Bontang. Kelurahan Berbas Tengah mencatat 12 kasus, Gunung Telihan 11 kasus, serta Kelurahan Belimbing 10 kasus. Sementara itu, angka kasus terendah berada di Kelurahan Satimpo dengan satu kasus.
Di tengah lonjakan fenomena ini, Dinkes Kota Bontang memastikan tingkat fatalitas kasus DBD murni di wilayahnya masih terkendali. Otoritas kesehatan mencatat satu kasus kematian murni akibat demam berdarah sepanjang 2026.
Toetoek sekaligus meluruskan kabar terkait meninggalnya seorang pasien anak berusia enam tahun yang sempat menyita perhatian publik. Berdasarkan analisis rekam medis, kematian anak tersebut tidak dimasukkan dalam kategori kematian akibat DBD murni.
"Kasus yang terakhir tidak bisa kami kategorikan sebagai kematian akibat DBD murni. Berdasarkan kronologi medis, penyebab utama kematian adalah komplikasi dari penyakit penyerta," tegas Toetoek.
Guna menekan laju penyebaran infeksi dengue, Dinkes Bontang menggiatkan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lapangan. Tindakan pengasapan (fogging) juga dilakukan secara selektif sesuai standar kriteria medis.
Pemkot Bontang menekankan pentingnya penguatan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus di tingkat RT. Masyarakat diimbau aktif menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi genangan air.
Meski program inovasi penyebaran nyamuk ber-Wolbachia telah berjalan di Bontang sejak 2023, Dinkes mengingatkan agar warga tidak melonggarkan kebersihan lingkungan. Keberadaan nyamuk ber-Wolbachia merupakan pendukung proteksi biologis, namun kebersihan sanitasi tetap menjadi benteng utama.
Diskes Bontang mengimbau masyarakat segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat jika mengalami gejala demam tinggi berkepanjangan agar penanganan medis dapat dilakukan sejak dini. (*)















